
Jakarta, Petrominer — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menunjukkan bahwa komitmen terhadap energi bersih dan kinerja bisnis yang sehat bisa berjalan beriringan. Mengacu pada laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, PGE menutup kuartal 2 tahun 2026 dengan pendapatan sebesar US$ 235,027 juta, tumbuh 14,7 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan US$ 204,850 juta pada kuartal 2-2025.
Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan capaian ini menjadi cerminan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Pertumbuhan ini bukan sekadar angka di atas kertas, namun juga menjadi bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional.
“Pertumbuhan pendapatan juga tercermin pada laba bersih Perseroan yang naik 15,48 persen secara tahunan menjadi US$ 79,605 juta, ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs yang positif,” ujar Fransetya, Rabu (29/7).
Adapun total produksi PGE sepanjang semester 1-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.416 GWh. Performa PGE juga menunjukkan tren akselerasi pada kuartal 2-2026, dengan laba bersih kuartal 1-2026 tercatat US$ 43,899 juta, yang kemudian bertumbuh signifikan hingga mencapai akumulasi US$ 79,605 juta pada akhir kuartal 2-2026.
Dari segi permodalan, ekuitas PGE tercatat sebesar US$ 2,006 miliar pada kuartal 2-2026, mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba. Di sisi lain, liabilitas justru turun 2,80 persen dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi US$ 961,184 juta, yang berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan Perseroan.








Tinggalkan Balasan