PLTGU Cilegon.

Jakarta, Petrominer – Keberhasilan dan kecepatan PT PLN (Persero) dalam mengatasi gangguan kelistrikan beberapa hari lalu mendapat pujian dari Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI). Kemampuan PLN memulihkan 6 turbin dalam 6 jam dianggap sebagai hal yang luar biasa.

“Kami mengapresiasi kinerja cepat PLN dalam mengatasi gangguan kelistrikan pada hari Minggu 4 Agustus 2019 lalu. PLN mampu memulihkan 6 turbin dalam 6 jam, itu luar biasa,” ujar Chairman PIPI, Raswari, Jum’at (9/8).

Seperti dilaporkan sebelumnya, hingga Senin (5/8), PLN telah berhasil menghidupkan total 40 turbin. Padahal, proses pemulihan turbin itu sangat kompleks. Banyak hal terlibat, mulai dari ketersediaan pakar perbaikannya, peralatan perbaikan, suku cadang, hingga proses pengantaran suku cadang ke lokasi kejadian.

“Kalau rusaknya berat, bahkan bisa berhari-hari perbaikannya,” ungkap Raswari.

Sebagai pakar di bidang teknik oil and gas, Raswari memahami betul kompleksitas permasalahan dalam proses pemulihan peristiwa berskala besar. Itu sebabnya dia mengapresiasi kecepatan kinerja PLN dalam memulihkan kondisi kemarin.

Deputy Chairman Oil, Gas dan Energi KADIN Indonesia ini juga sempat memberikan saran perbaikan demi mencegah kondisi serupa terulang di masa depan.

Pertama, PLN wajib menginspeksi mendetil seluruh peralatan teknik, terutama yang vital dan sensitif. Hal ini penting untuk memastikan pemenuhan terhadap standard ISO terkait keandalan kualitasnya, agar tidak terjadi kegagalan saat dioperasikan.

Kedua, peningkatan kualitas manajemen reporting karyawan PLN. Apalagi, kemampuan karyawan dalam melakukan reporting harian, mingguan, bulanan dan progress report sangatlah vital. Karena dari report tersebut tersebut perusahaan mampu melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan malfungsi operasional maupun menginvestigasi secara cepat saat terjadinya sebuah peristiwa.

“Report ini kelihatan sepele tapi vital. Perusahaan sekaliber PLN, Pertamina, PGN, wajib melatih karyawan dengan kemampuan penulisan reporting berstandard internasional. Hal ini penting untuk menganalisis prosedur pelaporan, apa yang dilaporkan, bagaimana melaporkan, siapa yang melaporkan, siapa yang meng-otorisasi sebuah prosedur saat terjadi peristiwa. Jadi bisa diketahui alur peristiwa ketika terjadi kondisi genting,” urai Raswari.

Selanjutnya dari kejadian ini, PLN bisa memetik banyak pelajaran yang harus diaplikasikan untuk pencegahan kondisi serupa di masa depan. Aspek distribusi daya listrik, misalnya. Dengan peristiwa ini PLN juga bisa membuat simulasi jika terjadi trip/gangguan di satu pembangkit atau jaringan transmisi.

“Segmentasi distribusinya di-reroute kembali. Dianalisis berbagai fasilitas yang ada mana yang harus dikoneksikan. Jadi jika Jakarta, Bandung, Banten atau daerah lainnya yang berpenduduk besar blackout, bisa diantisipasi segera sumber daya alternatifnya, akan diambil dari mana,” tegas Raswari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here