Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono. (Petrominer/ ©Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, memastikan kebutuhan batubara dalam negeri dapat terpenuhi. Pasalnya, produksi batubara nasional sudah mencapai empat kali lipat kebutuhan di dalam negeri.

Malahan, ketersediaan kebutuhan batubara dalam negeri juga telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 261 K/30/MEM/2019 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2020.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, menjelaskan Kepmen ESDM tersebut mewajibkan perusahaan tambang batubara menjual produksinya untuk kepentingan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) minimal 25 persen dari rencana produksi tahun 2020. Ketentuan ini berlaku untuk pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi OP Batu bara, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi (OP) Batu bara, maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) OP

“Kebutuhan batubara untuk kepentingan dalam negeri sebesar 155 juta ton sampai akhir tahun ini bisa dipenuhi,” ujar Bambang, Kamis (12/3).

Menurutnya, target produksi batubara tahun 2020 dipatok sebesar 550 juta ton. Rincian rencana produksi batubara sebesar 550 juta ton adalah 340 juta ton berasal dari perusahan peegang PKP2B dan IUP kewenangan Pemerintah Pusat, dan 210 juta ton berasal dari IUP pemerintah daerah. Dari target produksi tersebut, sebanyak 395 juta ton direncanakan untuk ekspor dan sisanya 155 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri.

“Realisasi produksi triwulan I 2020 telah mencapai 94,72 juta ton. Dengan rincian, ekspor 30,24 juta ton dan alokasi untuk kebutuhan domestik sebesar 16,37 juta ton,” tegas Bambang.

Target produksi tahun ini diakui lebih rendah dibandingkan realisasi produksi batubara tahun 2019 lalu, yang mencapai 610 juta ton. Sementara DMO tahun lalu mencapai 138 juta ton.

“Realisasi DMO, Pemerintah berharap setiap tahun itu naik, artinya apa? jadi pemanfaatan batubara untuk domestik itu akan lebih baik, untuk itu kita menyediakan, memastikan bahwa kebutuhan batubara domestik mesti terpenuhi,” ungkap Bambang.

Tidak hanya itu, dia juga menyatakan bahwa saat ini DMO sebesar 25 persen tidak ada masalah. Bahkan jika meningkat hingga 50 persen pun tidak akan menimbulkan masalah. Pasalnya, produksi batubara nasional saat ini sudah mencapai empat kali lipat dari kebutuhan DMO.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono. (Petrominer/ ©Fachry Latief)

“Tidak ada masalah kita sekarang baru 25 persen, naik sampai 50 persen seandainya itupun tidak akan ada masalah. Kita produksi empat kali lipat dari kebutuhan untuk DMO, mesti akan terpenuhi DMO. Tidak ada masalah, kita Pemerintah memastikan pro kepada publik kenapa? karena harga batubara untuk listrik dijamin tidak lebih dari US$ 70, jadi tidak ada masalah DMO,” ujar Bambang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here