Indramayu, Petrominer — Pemerintah berkomitmen untuk terus mewujudkan ketahanan energi. Salah satunya dengan pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang nasional. Dengan begitu, kapasitas kilang bisa menyamai kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
“Saat ini Indonesia memiliki dua belas kilang, di mana tujuh di antaranya merupakan kilang PT Pertamina (Persero),” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, usai melakukan groundbreaking Proyek Submarine Pipe Line (SPL) dan Single Point Mooring (SPM) Refinery Unit (RU) VI Balongan, Kamis (16/2).
Jonan menjelaskan, kapasitas kilang terpasang tersebut sekitar 1,17 juta barel per hari. Ini sudah bertahun-tahun tidak tumbuh. Padahal, Presiden Joko Widodo berulangkali minta agar sekurangnya kapasitas kilang harus sama dengan kebutuhan nasional.
“Untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional, dalam rancangan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), direncanakan kapasitas kilang nasional ditingkatkan menjadi lebih dari 2 juta bpd pada tahun 2025 mendatang,” paparnya.
Kementerian ESDM pun telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 35 tahun 2016 tentang Pembangunan Kilang oleh Swasta. Regulasi ini diterbitkan untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan kilang baru.
Kilang Balongan telah beroperasi sejak tahun 1994 dan memiliki kapasitas sebesar 125 ribu barel per hari (bph). Dengan adanya proyek SPL dan SPM, kehandalan dan efektifitas operasional Kilang Balongan diharapkan bisa meningkat. Proyek ini ditargetkan selesai pada September 2018.
Kilang Balongan juga merupakan kilang pertama dan terbesar di Indonesia yang menghasilkan bensin ramah lingkungan. Kilang Balongan mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.









Tinggalkan Balasan