Simulasi memadamkan kebakaran di tugboat dekat FSRT Nusantara Regas Satu di area Teluk Jakarta.

Jakarta, Petrominer – Floating Storage Regasification Terminal (FSRT) LNG Nusantara Regas Satu sudah hampir tujuh tahun beroperasi. Fasilitas penerima pasokan LNG di Teluk Jakarta pun menjadi salah satu andalan pasokan gas bumi untuk industri dan pembangkit listrik di Jawa bagian barat.

Mengingat lokasinya di area pelayaran internasional, Terminal Khusus (Tersus) ini pun cukup rentan terhadap tindak kejahatan. Misalnya pembajakan atau aksi teror lainnya.

Hal inilah yang mendorong PT Nusantara Regas, selaku operator, terus mempersiapkan para personilnya menghadapi aksi-aksi teror tersebut. Salah satunya dengan menggelar Exercise International Ships and Port Facility Securities (ISPS) Code. Latihan yang digelar bersama dengan Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini juga digabungkan dengan latihan operasi Search and Rescue, evacuation dan fire fighting.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan salah satu upaya Nusantara Regas dalam mengimplementasikan ISPS Code. Ini merupakan standarisasi kode internasional keamanan kegiatan perkapalan dan pelabuhan, dan menjadi syarat layak atau tidaknya sebuah kapal dan pelabuhan untuk dapat melaksanakan interaksi kegiatan pelayaran internasional,” ujar Direktur Utama Nusantara Regas, Moch. Taufik Afianto, Kamis (14/3).

Taufik menjelaskan, Exercise ISPS Code ini dilakukan selama tiga hari yang diawali dengan upskilling & sosialisasi ISPS Code, simulasi Table Top Exercise dan diakhiri dengan Gelar Manuvra exercise ISPS Code. Latihan ini melibatkan para pekerja Nusantara Regas dan PTK, personil eksternal dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kepulauan Seribu, Satrol Lantamal III Jakarta, Polres Kepulauan Seribu dan Basarnas Jakarta.

“Gelaran manuvra ISPS Code ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh Nusantara Regas. Ini merupakan wujud komitmen Nusantara Regas dalam mematuhi peraturan keamanan standar internasional,” paparnya.

Sejak Juni 20113, Terminal Khusus FSRT LNG Nusantara Regas Satu yang terbuka dan dikunjungi kapal-kapal pelayaran internasional telah dinyatakan comply ISPS Code dan mendapatkan SoCPF (Statement of Compliance of a Port Facility) dari Pemerintah. Penilaian ini berdasarkan Amandemen ”Safety Of Life At Sea (SOLAS) 1974” tentang ISPS Code yang diberlakukan secara internasional pada tanggal 1 Juli 2004.

Dalam kesempatan itu, Direktur Operasi dan Komersial Nusantara Regas, Bara Frontasia, selaku Incident Coordinator menambahkan bahwa selain comply kepada peraturan yang ada, exercise ini diharapkan dapat menjadi sarana uji coba rancangan keamanan fasilitas pelabuhan Tersus FSRT dan uji coba Pedoman Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat (PRPKD) Nusantara Regas.

Bara menjelaskan, gelar manuvra mengambil skenario adanya gangguan pada FSRT yang mengakibatkan adanya kebakaran pada salah satu tugboat akibat lemparan bom molotov oleh awak kapal tak dikenal yang memaksa masuk ke area terlarang terbatas FSRT dan baku tembak yang mengakibatkan jatuh korban.

Sementara Kasubdit Patroli & Pengawasan Ditjen HUBLA, Kapten Ramadhan A. Harahap, dan Kepala KSOP Kepulauan Seribu, Kapten Herbert E.P Marpaung, menyampaikan apresiasi atas kesigapan seluruh personil dan koordinasi yang berjalan dengan baik, sehingga exercise dapat berjalan dengan lancar dan seluruh rangkaian skenario dinilai mendekati kejadian yang sesungguhnya.

FSRT Nusantara Regas sejak dioperasikan tahun 2012 mampu memasok gas sebesar maksimum 500 juta kaki kubik per hari (MMCFD) untuk 3 pembangkit listrik PLN yaitu PJB Muara Karang, IP Tanjung Priuk dan PJB Muara Tawar yang memiliki peran utama untuk kelistrikan DKI Jakarta dan sekitarnya. FSRU memiliki kapasitas storage 125.000m3 dan mendapatkan pasokan gas dari Kilang LNG Bontang dan Tangguh LNG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here