Jelang Akhir Tahun, PGN Genjot Pemanfaatan Gas Bumi

0
410
Underground welding pipa gas PGN.

Jakarta, Petrominer — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) semakin agresif memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah. Di bulan penghujung tahun 2016 ini saja misalnya, BUMN itu telah menambah pelanggan baru di sektor UKM hingga industri yang tersebar di 9 kota.

“Kami terus genjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, agar semakin banyak masyarakat, UKM, usaha komersial hingga industri bisa menikmati gas bumi dari PGN yang efisien dan ramah lingkungan,” kata Vice President Corporate Communicarion PGN, Irwan Andri Atmanto, Jum’at (30/12).

Irwan mengungkapkan, selama bulan Desember ini, PGN telah menyalurkan gas bumi ke pelanggan baru khususnya pelanggan industri di 9 kota. Seperti di Area Batam PGN menambah pasokan gas bumi ke PT Accord Mandiri Batam, Hotel Best Western Premier Panbil Batam, PT Fastcoat hingga ke Rumah Makan Mie Tarempa.

Kemudian di Bekasi, PGN memasok gas bumi ke PT Oceancash Felts, PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia, lalu di Pasuruan PGN memasok ke PT Tirta Sukses Perkasa (Indofood Group), di Jakarta ke Hotel Alila SCBD, di Medan ke PT Madani, Tangerang ke PT Indorack Multikreasi, dan Karawang ke PT Tenang Jaya Sejahtera.

“Ada 9 kota yang bulan ini kami perluas penyaluran gas bumi bagi pelanggan baru, mulai di Batam, Bekasi, Pasuruan, Bogor, Jakarta, Surabaya, Medan, Tangerang, Karawang,” ungkap Irwan.

Dia menambahkan, energi baik gas bumi yang bersih dan lebih efisien dibandingkan bahan bakar lainnya telah membuat masyarakat semakin berminat untuk beralih dan menjadi pelanggan PGN. Tidak hanya itu, dengan beralih ke gas bumi, pelanggan juga dapat menghemat biaya.

Rumah Makan

Irwan memberi salah satu contoh pelanggan yang beralih ke gas bumi yakni Rumah Makan Mie Tarempa di Kota Batam, Kepulauan Riau. Rumah makan ini sebelumnya menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk memasak setiap harinya. Konsumsi LPG rumah makan ini sekitar 200 tabung LPG ukuran 12 kg per bulan. Dengan biaya total sekitar Rp 25.200.000/bulan. Harga LPG 12 Kg Rp 126.000 di luar biaya antar.

Dengan beralih menggunakan gas bumi PGN, jelasnya, Rumah Makan Mie Tarempa ini hanya membayar Rp 3.405/m3. Sementara konsumsi gasnya per bulan sekitar 2.000-3.000 m3. Sehingga rumah makan ini hanya membayar sekitar Rp 9,5 juta per bulan. Artinya, dengan beralih ke gas bumi PGN, rumah makan ini bisa hemat pengeluaran dari biaya bahan bakar untuk memasak sekitar Rp 15,7 juta/bulan atau Rp 188 juta/tahun.

“Ini satu contoh betapa besarnya manfaat gas bumi bagi masyarakat. Makanya PGN terus agresif membangun infrastruktur gas di berbagai daerah, agar makin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat besar dari gas bumi,” tambah Irwan.

Saat ini, gas bumi yang disalurkan PGN telah dinikmati lebih dari 119.960 pelanggan rumah tangga. Selain itu, ada juga 1.929 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

Pelanggan PGN yang menikmati gas bumi tersebut dialirkan melalui infrastruktur pipa gas bumi yang tersebar diberbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan Utara serta Papua.

Hingga saat ini, PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau sekitar 78% jaringan pipa gas hilir nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here