Tingkatkan energi ramah lingkungan, PLN dan Pemprov Jabar bersinergi menggelorakan Electrifying Lifestyle.

Bandung, Petrominer – PLN bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengampanyekan electrifying lifestyle. Yakni gaya hidup dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan, seperti penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi.

Sinergitas PLN dan Pemprov Jabar tersebut ditandai dengan hadirnya Stasiun Penyedia Listrik Kendaraan Umum (SPKLU) di Gedung Sate, Bandung. Peresmian SPKLU tersebut dilakukan oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bersama Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Senin lalu (2/11).

Ridwan menyampaikan bahwa electrifying lifestyle merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Kampanye ini digencarkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan energi ramah lingkungan, yang tujuan akhirnya bisa bersama-sama menyelamatkan bumi.

“Ini menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih responsif terhadap kebencanaan. Bencana itu salah satunya karena konsumsi energi fosil, dengan energi listrik setidaknya ikut mengurangi penggunaan energi berbahan baku fosil,” ungkapnya.

Ridwan menegaskan, menggunakan mobil listrik juga akan memberi penghematan dalam penggunaan BBM. Jika menggunakan mobil dengan BBM menempuh jarak 300 km akan membutuhkan BBM seharga Rp 250 ribu. Tapi dengan mobil listrik, hanya memerlukan biaya sekitar Rp 50 ribu.

Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, electrifying lifestyle juga dilakukan dengan mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, konversi ke kompor induksi ini juga akan menghemat anggaran subsidi LPG yang telah dianggarkan sebesar Rp 50,6 Triliun pada APBN 2020.

“Konversi ini juga meningkatkan ketahanan energi nasional karena mengubah penggunaan energi berbasis impor menjadi energi berbasis lokal,” jelas Ridwan.

Dia berharap, electrifying lifestyle juga akan mendukung salah satu program Pemprov Jabar yaitu meningkatkan konsumsi energi listrik per kapita. Pemprov Jabar menargetkan konsumsi listrik sebesar 1.693 kWh per kapita pada tahun 2025, di mana pada tahun 2019 telah tercapai 1.032 kWh per Kapita. Angka pencapaian tersebut lebih tinggi dari konsumsi listrik per kapita secara nasional

Sementara itu, Bob Saril menjelaskan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN siap menyediakan pasokan dan infrastruktur listrik untuk mendukung electrifying lifestyle.

Saat ini, PLN juga telah menyediakan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) sebanyak 471 unit yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat dan 1 Unit Stasiun Penyedia Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Gedung Sate ini untuk mendukung penggunaan ‘Eco Moving’.

“SPKLU kini telah hadir di Jawa Barat, ke depan akan kami tambah untuk mendukung electrifying lifestyle. Hadirnya SPKLU ini menjadi bukti bahwa PLN siap mendukung hadirnya kendaraan listrik,” tegasnya.

Dari sisi pasokan energi listrik, saat ini di Jabar juga dalam kondisi cukup dengan daya mampu mencapai 12.083 Megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 7.475 MW. Dengan begitu, terdapat cadangan daya sebesar 38 persen.

“Dengan upaya bersama ini, PLN optimis Provinsi Jawa Barat dapat menjadi role model gerakan electrifying lifestyle di Indonesia,” tutup Bob.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here