,

Jasa Pemboran Berkurang, Laba Elnusa Turun

Posted by

Jakarta, Petrominer — PT Elnusa Tbk (ELNUSA) melaporkan penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp 178 miliar pada kuartal III 2016. Kinerja ini berbanding terbaik dengan periode sebelumnya. Ini sejalan dengan penurunana pendapatan usaha yang dibebani oleh dampak kerugian selisih kurs sebesar Rp 22 miliar.

“Masih belum pulihnya aktivitas di sektor hulu minyak dan gas bumi karena rendahnya harga minyak dunia memang berdampak pada berkurangnya pekerjaan di sisi jasa hulu migas terutama jasa drilling dan wireline logging,” ujar Direktur Keuangan Elnusa, Budi Rahardjo, saat menyampaikan kinerja sepanjang kuartal ketiga tahun 2016 dan update pengembangan usaha Elnusa di Bursa Efek Indonesia, Jum’at (25/11).

Namun, jelas Budi, Elnusa sebagai perusahaan jasa migas terintegrasi yang memiliki keunggulan positioning dan diversifikasi usaha tetap berkeyakinan tinggi terhadap bisnis perusahaan ke depan. “Hasil diversifikasi ini nampak dari tetap tumbuh baiknya jasa seismik, operation maintenance dan jasa distribusi logistik yang pada tahun ini menjadi penopang bisnis secara konsolidasi.”

Sepanjang 2016 hingga September, Elnusa sudah mengantongi keseluruhan nilai kontrak jasa hulu migas sebesar US$ 388 juta yang digarap hingga beberapa tahun mendatang. Dari nilai tersebut, kontrak baru yang diperoleh tahun ini sebesar US$ 77 juta dengan kontrak jasa operation maintenance menjadi kontributor utama sebesar 57% dari total kontrak baru tersebut.

Jasa seismik darat tahun ini memiliki performa yang baik dengan tumbuh sebesar 8% dari proyek 3D seismik di Jawa Barat yang sudah hampir rampung dikerjakan. Untuk tahun depan, Elnusa juga telah siap untuk melakukan pekerjaan seismik di beberapa daerah, di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Jasa seismik laut yang dalam beberapa tahun ke belakang tidak aktif, kini sudah siap kembali beroperasi melalui investasi teranyar Elnusa yaitu kapal seismik “ELSA Regent”, salah satunya adalah proyek seismik 2D di Laut Jawa.

“Elnusa optimistis melihat peluang yang luar biasa untuk mengembangkan seismik laut Indonesia, mengingat masih banyak cadangan migas nasional di laut dalam yang dapat digarap secara optimal,” jelas Budi.

Sedangkan dari sisi kinerja keuangan, sampai akhir September 2016 pendapatan usaha Elnusa terkoreksi sebesar 3,7% menjadi senilai Rp 2,5 triliun, dibandingkan Rp 2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp 178 miliar selain disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha diatas juga turut dibebani oleh dampak kerugian selisih kurs sebesar Rp 22 miliar di mana hal ini berbanding terbalik dengan periode sebelumnya.

“Meskipun demikian, capaian kinerja positif tetap terjaga pada laba usaha dan EBITDA yang tumbuh lebih dari 13% sebagai hasil dari efektivitas dan efisiensi di level operasional,” papar Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *