, ,

Efisiensi Sistem HVAC Ala Schneider Electric

Posted by

Jakarta, Petrominer — Kebutuhan efisiensi energi pada sistem heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) mendorong pengembangan teknologi yang tidak hanya mampu menekan konsumsi listrik, tetapi juga menjaga kualitas daya dan keandalan sistem kelistrikan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Schneider Electric meluncurkan Altivar HVAC ATH600 bersama EasyLogic™ APF Active Harmonic Filters. Kedua solusi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kinerja sistem HVAC sekaligus mengelola kualitas daya pada jaringan kelistrikan bangunan.

Secara global, aktivitas pemanasan dan pendinginan menghasilkan lebih dari 5 miliar ton emisi CO₂ setiap tahun, atau hampir 15% dari emisi yang berasal dari penggunaan energi. Salah satu pendekatan untuk menekan konsumsi energi HVAC adalah penggunaan variable speed drive (VSD) yang dipadukan dengan sistem kontrol cerdas.

Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, Tonny Hendro Kusumo, mengatakan efisiensi energi perlu berjalan beriringan dengan kualitas daya dan kontinuitas operasional. Penerapan teknologi yang terintegrasi pada sistem HVAC penting untuk menyelaraskan efisiensi energi, kualitas daya, dan kontinuitas operasional.

“Pendekatan tersebut dapat membantu pengelola bangunan melindungi aset, mengurangi risiko gangguan, serta mempersiapkan infrastruktur menghadapi kebutuhan energi dan operasional yang terus berkembang,” jelas Tonny.

Altivar HVAC ATH600 merupakan variable speed drive yang tersedia dalam rentang daya 0,75 hingga 250 kilowatt (kW). Produk ini dirancang dengan bentuk yang ringkas dan dapat dipasang di dalam panel maupun langsung pada dinding. Solusi tersebut dapat digunakan pada berbagai aplikasi HVAC, mulai dari chiller, air handling unit (AHU), heat pump, rooftop unit, hingga sistem ventilasi dan ekstraksi asap.

Selain mengatur kecepatan motor sesuai kebutuhan sistem, ATH600 dilengkapi fungsi pemantauan dan perlindungan untuk membantu tim operasional mendeteksi potensi gangguan lebih awal. Konektivitas bawaan juga memungkinkan integrasi dengan sistem manajemen gedung, termasuk EcoStruxure Building Operation dan Power Monitoring Expert. Integrasi tersebut mendukung pemantauan daya dan energi, diagnosis, serta penanganan gangguan.

Dari sisi keamanan, Altivar HVAC ATH600 telah memperoleh sertifikasi IEC 62443-4-2 Security Level 1 untuk memperkuat perlindungan sistem yang semakin terhubung secara digital.

Jaga Kualitas Daya

Penggunaan VSD pada sistem HVAC, di sisi lain, menghadirkan tantangan tersendiri pada kualitas daya. Beban nonlinier dapat menghasilkan arus harmonik yang berpotensi memengaruhi kinerja jaringan kelistrikan dan peralatan yang terhubung.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Schneider Electric memasangkan Altivar HVAC ATH600 dengan EasyLogic™ APF Active Harmonic Filters. Perangkat ini bekerja pada tingkat sistem dengan memantau kebutuhan kompensasi dan menginjeksikan arus koreksi untuk mengurangi harmonik.

Schneider Electric menyebut kombinasi kedua teknologi tersebut dapat membantu menjaga distorsi arus listrik di bawah 5% dan faktor daya di atas 0,99. Kondisi tersebut diharapkan membuat sistem kelistrikan bekerja lebih stabil dan efisien, sekaligus mengurangi risiko gangguan pada peralatan.

Kebutuhan tersebut semakin relevan pada bangunan komersial dan fasilitas kritis yang sangat bergantung pada sistem HVAC serta perangkat elektronik dalam operasional sehari-hari.

Co-Founder BAP Electrifications, Reza Andriana, mengatakan pendekatan terhadap efisiensi HVAC perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aplikasi motor, sistem kontrol dan komunikasi, hingga kualitas daya dan pemeliharaan.

“Pada aplikasi pompa dan kipas sentrifugal, berdasarkan prinsip affinity laws, penurunan kecepatan motor menjadi 80% secara teoritis dapat menurunkan kebutuhan daya hingga sekitar 51%,” kata Reza.

Menurutnya, potensi efisiensi tersebut dapat dioptimalkan melalui Altivar HVAC ATH600 dan kemudian dipadukan dengan EasyLogic™ APF Active Harmonic Filter untuk mengendalikan harmonisa. Integrasi tersebut memungkinkan sistem HVAC tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga memiliki kualitas daya dan keandalan yang lebih baik.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan sistem HVAC bergerak dari sekadar pengaturan temperatur menuju pengelolaan energi dan kelistrikan secara lebih terintegrasi. Efisiensi konsumsi listrik, kualitas daya, keamanan sistem, dan kontinuitas operasional menjadi bagian dari satu kesatuan dalam pengelolaan infrastruktur bangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *