Jakarta, Petrominer – Pemerintah akan membuka akses data migas seluas mungkin guna menjaring para investor di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Dengan kemudahan akses data migas, pelaku di industri migas diharapkan bisa melakukan analisis secara luas mengenai potensi cekungan migas di Indonesia.
“Sebagai tindaklanjut dari rencana tersebut, Pemerintah dalam proses merevisi Peraturan Pemerintah No 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Data migas akan dibuat seterbuka mungkin,” ujar Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, dalam acara peluncuran portal data dan informasi detail mengenai blok migas di Indonesia, Xplorer.id, Selasa malam (21/11).
Peluncuran Xplorer.id ini juga dihadiri sejumlah tokoh senior migas. Beberapa di antaranya adalah Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Prof Subroto, Mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, praktisi senior migas John Karamoy dan Andang Bachtiar, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Assosciation (IPA) Marjolijn Wajong, serta para eksekutif dan praktisi di industri hulu migas. Hadir pula Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Prof Suahasil Nazara.
Ego mengungkapkan keterbukaan data merupakan salah satu dari sejumlah upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di sektor hulu migas. Sejauh ini, melalui Badan Geologi, Kementerian ESDM, Pemerintah telah melakukan berbagai survei geologi yang dibiayai oleh anggaran negara untuk mengetahui potensi cadangan migas.
Saat ini, dari total 128 basin atau cekungan migas, baru 40 persen yang sudah dieksplorasi. Sisanya, 60 persen cekungan masih belum dieksplorasi. Sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur. Pemerintah berupaya melengkapi data-datanya agar pelaku industri migas tertarik untuk berinvestasi di cekungan-cekungan yang belum dieksplorasi ini.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menjelaskan bahwa dengan kemudahan akses data, para kontraktor migas diharapkan bisa melakukan analisis secara lebih luas dan mendalam mengenai potensi cekungan-cekungan migas di Indonesia. Menurut dia, jika selama ini analisis dilakukan berbasiskan blok migas, ke depan bisa dilakukan anaisis berbasis cekungan migas.
Arcandra menyambut baik kehadiran Xplorer.id. Portal ini diharapkan bisa membantu para pemangku kepentingan di industri hulu migas, baik Kementerian maupun dunia usaha dalam melihat prospek data yang berhubungan dengan blok migas di Indonesia. “Portal ini sejalan dengan program pemerintah untuk menaikkan cadangan dan lifting migas di Indonesia,” kata Wakil Menteri.

Chief Executive Officer (CEO) Katadata, Metta Dharmasaputra, menjelaskan ide portal Xplorer.id sejatinya sudah muncul sejak empat tahun silam. Ide ini merupakan pemikiran dari sejumlah tokoh migas yang mendorong Katadata.co.id untuk menyediakan berbagai informasi migas yang berguna bagi pengembangan eksplorasi migas nasional. Tiga tokoh di antaranya adalah mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, mantan Dirjen Migas Wiratmaja Puja dan mantan Anggota Dewan Energi Nasional, Andang Bachtiar.
Ide ini kemudian terwujud ketika Katadata.co.id bekerjasama dengan Geosains Delta Andalan (GDA) Consulting, yang sejak lama berkecimpung di bidang analisis hulu migas. Harapannya, portal ini dapat turut mendukung program pemerintah untuk menggalakkan eksplorasi migas nasional.









Tinggalkan Balasan