, ,

Jargas di Tarakan Rampung Akhir Tahun 2018

Posted by

Tarakan, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan proyek jaringan gas bumi (jargas) tambahan di Tarakan, Kalimantan Utara, bisa selesai menjelang akhir tahun 2018 ini. Proyek tersebut untuk membangun 4.695 sambungan rumah tangga (SR).

PGN mendapatkan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk membangun jargas di Tarakan. Proyek yang dibiayai APBN ini ditargetkan selesai akhir 2018.

“Proyek jargas Tarakan tahun 2018 ditargetkan rampung dalam waktu 141 hari sejak dimulai Agustus 2018 lalu,” jelas Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo, ketika mendampingin Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, meninjau kemajuan pembangunan jargas untuk rumah tangga di Tarakan, Rabu (14/11).

Dilo menjelaskan, total investasi proyek tersebut mencapai Rp 48,5 miliar. Hingga akhir Oktober 2018, pembangunan fisik telah mencapai 23,42 persen. Realisasi itu terbilang cukup cepat, jika mengacu rencana pembangunan yang semestinya baru mencapai 12,52 persen.

Dia juga menyampaikan bahwa jargas di Tarakan akan mengalirkan gas bumi yang berasal dari PT Pertamina EP dan PT Medco E&P Indonesia. Pelayanan jargas tersebut akan menyasar pemukiman hingga Rusunawa.

“Dengan tambahan infrastruktur ini, PGN bisa membantu warga Tarakan untuk menikmati pasokan energi yang efisien dan aman,” kata Dilo.

Sebelumnya, Arcandra mengatakan bahwa tahun 2018, pemasangan jargas Tarakan sebanyak 4.695 SR yang tersebar di 6 lokasi. Keenam lokasi tersebut adalah Kp. Enam, Kp Empat, Mamburungan, Mamburungan Timur, Rusunawa dan Perum Khusus.

“Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang dibangun tahun 2016 sebanyak 21.000 SR dan tahun 2010 sebanyak 3.366 SR. Seluruh program pembangunan Jargas di Tarakan menggunakan APBN melalui penugasan Pemerintah kepada PGN,” kata Arcandra.

Sejak tahun 2009 hingga 2017, Pemerintah telah membangun jargas 236.046 sambungan di 31 kabupaten/kota. Pada tahun 2018 ini, Pemerintah akan membangun jargas sebanyak 89.664 sambungan di 18 kabupaten/kota sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 267 K/10/MEM/2018 dan Kepmen ESDM Nomor 268 K/10/MEM/2018, tanggal 25 Januari 2018. Penugasan diberikan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN).

Menurut Dilo, PGN mendapat tugas membangun jargas dan infrastruktur pendukungnya di Kota Medan 5.656 SR, Kabupaten Deli Serdang 5.560 SR, Kabupaten Serang 5.043 SR, Kota Pasuruan 6.314 SR, dan Kabupaten Probolinggo 5.025 SR. Selanjutnya, pengembangan jargas oleh PGN di Kabupaten Bogor 5.120 SR, Kota Cirebon 3.503 SR, dan Kota Tarakan 4.695 SR.

Pekerjaan pemasangan jaringan pipa gas untuk rumah tangga di wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. (Petrominer/Pris)

Hingga akhir tahun 2018, Pemerintah melalui APBN, akan membangun total sambungan jargas mencapai 325.710 SR.

“Dana APBN harus digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya program pembangunan jaringan gas. Prioritas bagi rumah sederhana, rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan penghematan.” jelas Arcandra.

Pemerintah setiap tahunnya akan terus menambah pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga, sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, merasakan manfaat besar menggunakan gas bumi, mulai dari lebih efisien, mudah, praktis dan mengalir 24 jam penuh tanpa takut kehabisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *