Pertagas Niaga mulai mengoperasikan jaringan gas (jargas) tahap kedua di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (21/10). Sebanyak 5.503 sambungan rumahtangga akan dipasang secara bertahap selama tiga bulan ke depan.

Samarinda, Petrominer – Masa pandemi bukan halangan untuk terus memperluas pemanfaatan energi gas sebagai energi baik bagi masyarakat. Ini diwujudkan oleh PT Pertagas Niaga dengan mulai mengoperasikan jaringan gas untuk rumah tangga (jargas) sebanyak 5.503 Sambungan Rumahtangga (SR) di Samarinda, Rabu (21/10).

President Director Pertagas Niaga, Linda Sunarti, menjelaskan bahwa pengoperasian sambungan jargas tahap kedua di ibukota Kalimantan Timur ini akan dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, dua tahun lalu telah terbangun jargas sebanyak 4.500 SR yang dibangun menggunakan APBN Tahun 2018.

“Sambungan ini adalah jargas tahap kedua di ibukota Kalimantan Timur yang dibangun oleh Kementerian ESDM dan dibiayai oleh APBN Tahun Anggaran 2020. Lokasi jargas tahap dua berada di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan dan Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir,” ujar Linda, Jum’at (23/10).

Dengan adanya jargas tahap kedua ini, menurutnya, total saat ini ada 10.003 rumah telah terpasang jargas di Samarinda. Setelah pembangunan jargas selesai dilakukan oleh kontraktor, maka Pertagas Niaga selaku afiliasi PT Pertamina (Persero) selanjutnya ditugaskan untuk mengoperasikan jargas Samarinda tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Gas alam yang digunakan untuk jaringan gas kota ini tekanan dan masa jenisnya rendah, sehingga masyarakat selain hemat juga bisa lebih aman ketika memasak,” ungkap Linda.

Dalam kesempatan itu, dia juga berpesan agar warga dapat menjaga dan merawat jaringan gas di lingkungan sekitarnya agar awet dan dapat dimanfaatkan dalam waktu jangka panjang.

Jargas Samarinda mendapatkan pasokan gas dari PT Pertamina Hulu Mahakam dengan alokasi 0,2 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Pertagas Niaga menargetkan sambungan jargas tahap kedua ini dapat seluruhnya beroperasi dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Guna mengurangi potensi penularan Covid-19, proses aktivasi akan dilakukan dengan tetap mengutamakan pelaksanaan Protokol Kesehatan,” tegas Linda.

Kementerian ESDM membangun jaringan gas kota di berbagai kabupaten/kota di Indonesia guna melakukan diversifikasi energi dan menekan subsidi LPG dan BBM. Program jargas dilakukan utamanya untuk wilayah dengan sumber dan jaringan pipa gas serta adanya kebutuhan yang sesuai dengan biaya keekonomian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here