, ,

Jalankan Amanat, Hulu Migas Kian Agresif Menuju 1 Juta Barel

Posted by

Jakarta, Petrominer – Gegap gempita peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi momen istimewa bagi industri hulu migas. Pasalnya, pandemi Covid-19 sudah lama membatasi segenap insan industri hulu migas untuk berkumpul bersama.

Segenap insan industri hulu migas, para pejuang satu juta barel di seluruh penjuru Indonesia merayakan dan memperingati Hari Kemerdekaan ke-77 secara serentak di kantor SKK Migas pusat, kantor SKK Migas Perwakilan di lima wilayah dengan mengundang perwakilan manajemen KKKS, serta pelaksanaan upacara di kantor dan lapangan KKKS dengan inspektur upacara membacakan amanat Kepala SKK Migas.

“Hari ini kita saksikan semangat industri hulu migas dalam peringatan kemerdekaan di seluruh Indonesia. Kita lihat tekad kuat dan kekompakan para pejuang hulu migas pada momentum yang istimewa ini, untuk bersama-sama membenahi diri secara fundamental. Untuk melakukan transformasi besar dalam pengelolaan energi yang peranannya semakin strategis pada era transisi dan dukungan pembangunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, Rabu (17/8).

Setahun lalu, Presiden Joko Widodo dalam lampiran pidato kenegaraan 16 Agustus 2021 menyampaikan amanatnya agar industri hulu migas meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional. Ini ditindaklanjuti dengan pencanangan target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.

Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas telah menyiapkan lima strategi utama, yaitu optimalisasi produksi lapangan existing, transformasi sumber daya contingent ke produksi, mempercepat chemical enhanced oil recovery (EOR), menggalakkan kegiatan eksplorasi migas; dan mempercepat peningkatan regulasi melalui one door service policy (ODSP) dan insentif hulu migas. Komitmen untuk mencapai target itu pun ditunjukkan dengan program kerja tahun 2022 yang masif dan agresif, dengan beberapa aktivitas hulu migas melampaui sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Semangat melakukan kegiatan extra ordinary, meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, ditunjukkan industri hulu migas dengan program pengeboran sumur pengembangan yang sangat agresif dan masif. Hingga 31 Juli 2022, jumlah sumur yang dibor telah terealisasi 419 sumur pengembangan. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari realisasi pemboran pada Juli 2021 yang mencapai 220 sumur,” ungkap Dwi.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator kinerja industri hulu migas yang menunjukkan hasil yang menggembirakan. Antara lain reserve replacement ratio (RRR) mencapai 79 persen dari target 100 persen, dengan penambahan cadangan selama periode in sebesar 501,5 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE), dengan komitmen investasi mencapai US$ 9,6 miliar atau sebesar Rp 139 Triliun.

Pada saat situsi perekonomian belum sepenuhnya pulih, kontribusi hulu migas bagi penerimaan negara sangat dirasakan. Sampai Juli 2022, sudah mencapai US$ 11,05 miliar atau sekitar Rp 160 triliun. Capaian ini adalah 111 persen dari target APBN sebesar US$ 9,95 miliar, atau 66,1 persen dari target APBN-P 2022 sebesar US$ 16,7 miliar.

Industri hulu migas berhasil menjaga operasional secara efisien sehingga berdampak pada terjaganya cost recovery sebesar US$ 3,88 miliar atau 44,8 persendari ketetapan APBN sebesar US$ 8,65 miliar. Hal ini tentu memberikan kontribusi pada penerimaan negara yang menjadi lebih optimal

Untuk menjaga kehandalan operasional hulu migas guna mencapai target tahun ini dan menjadi pondasi bagi peningkatan produksi jangka panjang, SKK Migas dan KKKS telah melakukan beragam upaya untuk meningkatkan pengeboran sumur, workover & well service. Kemudian mengurangi unplanned shutdown, mempercepat proyek onstream dan mempercepat program filling the gap. Langkah lainnya adalah melakukan strategic alliance, no cure no pay & new KSO, serta percepatan komersialisasi gas.

Tidak hanya itu, industri hulu migas juga mendukung sepenuhnya target net zero emissions (NZE) yang telah dicanangkan Pemerintah untuk membebaskan Indonesia dari emisi karbon di tahun 2060. Hulu migas telah mengurangi emisi dalam operasional, zero flaring, CCUS, dan lainnya. Komitmen lainnya adalah dengan menargetkan penanaman pohon yang untuk tahun ini mencapai 1,7 Juta Pohon dengan realisasi hingga bulan Juli 2022 mencapai 538 Ribu.

“Kami menyadari, bahwa hulu migas yang sudah mencapai 71 tahun memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional sejak berproduksi pertama kali di tahun 1951 perannnya akan semakin dibutuhkan untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju fase pembangunan berikutnya yang tanpa emisi karbon. Oleh karena itu, perjalanan industri hulu migas kedepannya masih sangat dibutuhkan. Maka target 1 juta barel dan 12 BSCFD adalah ladang perjuangan bagi insan hulu migas untuk meneruska cita-cita para pahlawan kemerdekaan,” ujar Dwi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *