Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk kembali memperpanjang Izin Usaha Pertambahan Khusus (IUPK) sementara PT Freeport Indonesia selama tiga bulan ke depan. Dengan begitu, izin sementara yang seharusnya berakhir Selasa besok (10/10), akan diperpanjang hingga 10 Januari 2018 mendatang.

“IUPK Freeport kita akan kasih tiga bulan saja,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan di sela Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (9/10).

Dengan perpanjangan IUPK sementara tersebut, izin ekspor konsentrat untuk Freeport juga otomatis ikut diperpanjang selama tiga bulan. Pasalnya, perusahaan yang bisa melakukan ekspor konsentrat adalah perusahaan yang berstatus IUPK.

Menurut Jonan, IUPK sementara seharusnya diberikan Pemerintah enam bulan sekali. Namun, berdasarkan evaluasi, IUPK sementara Freeport hanya diperpanjang tiga bulan saja. Alasannya, perpanjangan itu diberikan karena proses negosiasi antara Pemerintah dan Freeport Indonesia masih menemui jalan buntu. Kelonggaran waktu ini diharapkan dapat menuntaskan proses negosiasi tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa kelanjutan negosiasi dengan Freeport yang semula hanya menyertakan Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini akan kembali diikuti oleh Kementerian ESDM. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses negosiasi.

Pembahasan selanjutnya adalah tentang jadwal divestasi, mekanisme dan harga divestasi.

“Kalau IUPK-nya tiap enam bulan. Jadi ini akan diperpanjang tiga bulan untuk bisa menyelesaikan (negosiasi). Divestasi 51 persen kapan, jadwalnya bagaimana, harganya berapa. Pasti tiga bulan saja,” ujar Jonan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here