Tumbur Parlindungan. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) yang baru terpilih, Tumbur Parlindungan, mengatakan pihaknya akan terus mendorong peningkatan kegiatan eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (migas) secara masif di Indonesia. Untuk itu, IPA akan segera mendiskusikan sejumlah program kerja dengan Pemerintah untuk merealisasikan upaya tersebut.

“Kami berharap pada tahun 2019 akan makin banyak yang eksplorasi. Kami akan kerja sama terus untuk membuat investasi lebih atraktif. Kami juga ada target eksplorasi semakin meningkat,” kata Tumbur usai mengikuti Annual General Meeting IPA ke-47 di Jakarta, Rabu (5/12).

Dia menegaskan, IPA secara berkelanjutan akan terus mendukung target-target eksplorasi migas dan tentunya juga akan meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah. Hal ini perlu segera dikomunikasikan dengan Pemerintah.

Lihat juga: Tumbur Parlindungan Terpilih Menjadi Presiden IPA

Menurut Tumbur, IPA selalu berkoordinasi dengan Pemerintah dari berbagai sisi, baik dari regulasi kebijakan, perpajakan hingga dengan perdagangan. Apalagi, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan IPA ke depan.

Dia memberi contoh penyederhanaan perizinan di sektor hulu migas. Tidak hanya itu, IPA juga akan mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan aturan turunan berupa PMK (Peraturan Menteri Keuangan) atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 Tentang Biaya Operasi yang dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Investasi Lebih Baik

Dalam kesempatan yang sama, Direktur IPA Ronald Gunawan menilai kondisi investasi pada tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor penyebab membaiknya kondisi investasi adalah tren penurunan harga minyak.

Selain itu, kebijakan bagi hasil dengan skema gross split juga dinilai tidak ada masalah bagi para kontraktor migas. Skema tersebut memang sempat menjadi pembahasan utama bagi para anggota IPA.

Karena itulah, mantan Presiden IPA ini menilai potensi industri hulu migas di Indonesia masih sangat menjanjikan. Sektor ini juga dapat terus dikembangkan sebagai salah satu pilar untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Dia mengakui masih melihat belum stabilnya harga minyak dunia dan terbatasnya dana yang tersedia untuk melakukan eksplorasi dan investasi telah membuat para investor sangat selektif untuk memilih investasinya. Meski begitu, kondisi investasi Indonesia sudah membaik. Buktinya, masih ada blok-blok migas baru yang diambil tahun ini. Perpanjangan PSC juga banyak dilakukan meski skema bagi hasilnya diubah dari cost recovery menjadi gross split.

Ronald mencontohkan, Medco E&P Indonesia yang salah satu PSC-nya diperpanjang dengan skema gross split. Malahan, ENI telah sepakat merubah kontrak PSC di Blok East Sepinggan ke gross split.

“Itu menunjukkan kami move forward. Tidak ada masalah PSC cost recovery ataupun gross split,” tegasnya.

Lihat juga: 4 Kontrak Gross Split Kembali Ditandatangani

Selain itu, dalam dua tahun terakhir ini, IPA menilai Pemerintah telah bekerja keras dalam upaya untuk menarik investor migas menanamkan modalnya di Indonesia. Pemerintah secara agresif menawarkan blok-blok migas baru dan memperbaiki peraturan-peraturan terkait industri migas. Tercatat ada sebanyak 34 blok migas yang ditawarkan Pemerintah dengan menggunakan skema gross split.

Kiri ke kanan: Presiden IPA, Tumbur Parlindungan, Direktur IPA, Ronald Gunawan, dan Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong. (Petrominer/Fachry Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here