Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina ketika berupaya memadamkan api pada insiden tangki T-301 di area kilang Balongan, Indramayu, Rabu (31/3).

Jakarta, Petrominer – Pasca pemadaman api pada insiden tangki T-301 di area kilang Balongan, PT Pertamina (Persero) memastikan proses pengoperasian kembali kilang Balongan akan segera dilaksanakan. Sejalan dengan itu, proses investigasi penyebab insiden yang sedang berlangsung pun akan dipercepat penyelesaiannya.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto, hal tersebut sesuai dengan arahan Dewan Komisaris Pertamina pada rapat koordinasi Dewan Komisaris dan Direksi, Kamis (1/4). Keputusan tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina dalam penerapan prinsip zero tolerance terhadap setiap insiden yang terjadi di lingkungan Pertamina.

“Sesuai kebijakan direksi dan arahan Dewan Komisaris, Pertamina mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang. Manajemen akan memberikan sanksi tegas bila ditemukan ada unsur kelalaian dalam insiden ini,” ujar Agus sesaat setelah rapat koordinasi Dewan Komisaris dengan Direksi Pertamina.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sejak insiden terjadi, Pertamina telah membentuk tim investigasi internal yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH). Pertamina pun membuka seluas-luasnya akses kepada APH untuk melakukan investigasi.

“Tim ini akan berkoordinasi dengan pihak aparat untuk melakukan investigasi hingga tuntas. Dewan komisaris dan Direksi tidak mentolerir jika ada kelalaian di lapangan,” ungkap Agus.

Layanan Kesehatan

Sementara itu, untuk memantau kondisi warga terdampak yang telah kembali ke rumah masing-masing, Pertamina melakukan kunjungan dan siap memberikan layanan kesehatan keliling di rumah warga. Layanan kesehatan mobile ini untuk memastikan kesehatan warga dalam kondisi baik.

“Pertamina akan terus berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat terdampak dan memastikan semuanya dalam kondisi sehat baik secara fisik maupun psikologisnya,” jelas Agus.

Selain itu, Pertamina telah menyiagakan tim medis di dekat Desa Majakerta untuk memberikan layanan kesehatan warga, GOR dan Lapangan Futsal. Berkoordinasi dengan pimpinan desa setempat, tim medis bergerak melayani warga. Sampai dengan Rabu (31/3), 348 warga diberikan layanan kesehatan.

“Pertamina menyediakan lima tenaga medis, terdiri dokter dan perawat yang siap memberikan layanan kesehatan. Pertamina juga menyediakan satu unit ambulans yang siaga di lokasi pengungsian,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here