Jakarta, Petrminer – Pada hari ketiga, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025 kembali menjadi panggung utama untuk menjawab tantangan keberlanjutan di berbagai sektor teknologi industri. Dalam rangkaian Construction & Engineering Week, pameran ini menampilkan inovasi yang menghubungkan kebutuhan pembangunan nasional dengan teknologi global, mulai dari alat berat bertenaga listrik (electric vehicle/EV) hingga sistem bangunan pintar.
Event Lead IEE Series 2025, Hanung Hanindito, mengatakan IEE Series 2025 menjadi ajang langka bagi masyarakat dan pelaku bisnis untuk menyaksikan langsung teknologi yang biasanya hanya dapat ditemui di proyek besar atau fasilitas industri tertutup. Di antaranya Dump Truck EV dan sistem smart building.
“Kesempatan ini bukan sekadar pameran, melainkan momentum penting untuk melihat inovasi yang akan membentuk masa depan generasi emas Indonesia,” ujar Hanung, Jum’at (12/9).
Di area main outdoor, berbagai merek alat berat menghadirkan simulasi kerja produk, bahkan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung teknologi tersebut. Mulai dari mencoba electric lift hingga menyaksikan kemegahan dump truck tambang berkapasitas 120 ton.
Dalam kesempatan itu, Hexindo memperkenalkan varian dump truck listrik terbaru dengan teknologi pengisian ganda yang memungkinkan pengisian daya dari 20 hingga 100 persen hanya dalam waktu satu jam.
Sementara Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) dan GM Mobil mempertegas komitmennya terhadap inovasi ramah lingkungan dengan menampilkan lini produk bertenaga listrik, mulai dari excavator, wheel loader, hingga truk EV. Kehadiran lini unit EV ini semakin lengkap dengan dukungan mobile power bank berupa truk khusus yang membawa 6–8 baterai penuh untuk pengisian daya alat berat langsung di lokasi proyek.
“Sistem battery swap memungkinkan penggantian baterai hanya dalam 10–15 menit, sehingga operasional tetap efisien tanpa perlu menunggu proses pengisian daya,” jelas Sales & Marketing Director GM Tractors, Yulius Sikku.
Menurut Yulius, produk EV Truck GM Tractors telah digunakan oleh beberapa perusahaan, dan bahkan berencana mengganti keseluruhan truk mereka dengan produk EV demi mendukung pengurangan emisi karbon.
Limbah FABA
Sementara dalam pagelaran indoor IEE Series 2025, ditampilkan sejumlah inovasi untuk mendukung proyek-proyek nasional yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan.
Salah satunya PLN Nusantara Power yang memperkenalkan pemanfaatan limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) sebagai material konstruksi ramah lingkungan. Limbah abu sisa pembakaran batubara dari PLTU ini diolah menjadi bahan substitusi semen dan beton ready mix yang lebih berkelanjutan.
Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga menawarkan efisiensi biaya sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular. Pemanfaatannya telah teruji dalam berbagai proyek besar, termasuk pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menjadi bagian dari jaringan jalan tol menuju IKN.
Selain pameran teknologi, IEE 2025 juga menghadirkan seminar yang difasilitasi Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I). Wika Beton dan Beton Merah Putih memperkenalkan sistem rumah modular berbasis beton pracetak dan prategang untuk mendukung program pemerintah membangun 3 juta rumah rakyat.
Wika Beton menampilkan rumah modular tipe 36 yang tahan gempa dan siap diaplikasikan pada rumah subsidi maupun sekolah rakyat. Sementara Beton Merah Putih menawarkan solusi pembangunan vertikal yang dapat memangkas waktu konstruksi hingga 40 persen.








Tinggalkan Balasan