Jakarta, Petrominer – Di tengah urgensi global menuju industri rendah karbon, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025 kembali mengangkat tema “Sustainability for Industrial Transformation.” Tema ini menjadi jawaban atas tantangan pembangunan dan transisi energi nasional, dengan membawa semangat integrasi antara teknologi inovatif, regulasi tangguh, serta kolaborasi antara regulator, industri, dan pelaku usaha.
Country Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan keberlanjutan bukan lagi sekadar tujuan, melainkan katalis utama yang mendorong transformasi industri secara menyeluruh. Kebutuhan akan inovasi teknologi yang mendukung keberlanjutan transformasi industri semakin mendesak seiring pesatnya pembangunan nasional.
“Melalui IEE Series 2025, berbagai teknologi mutakhir seperti alat berat bertenaga listrik, material rendah karbon, dan sistem manajemen sumber daya yang cerdas dihadirkan untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan Indonesia,” ujar Lia, Kamis (11/9).
IEE Series diharapkan bisa menjadi ajang internasional yang mempertemukan teknologi global dengan kebutuhan Indonesia. Pameran ini adalah platform nyata untuk menciptakan industri hijau, memperkuat pembangunan yang lebih berkelanjutan, serta mendukung misi Net Zero Emission tahun 2060.
Electric Vehicle
Selama dua pekan, area main outdoor JIExpo Kemayoran dipenuhi dengan berbagai variasi alat berat mulai dari mini excavator, wheel loader, industrial lift, hingga truk pendukung konstruksi seperti dump-truck maupun firefighter. Berbagai brand ternama memperkenalkan electric vehicle (EV) Truck, EV Wheel Loader dan EV Crawler Excavator hingga Dump Truck berbahan bakar bio-diesel. Unit-unit tersebut dihadirkan sebagai unit yang lebih ramah lingkungan dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di sektor konstruksi.
Di hari kedua IEE Series 2025 ini, Hexindo meluncurkan unit EV Truck mereka di pasar Indonesia, yaitu eAUMAN C sebagai produk EV pertama mereka. Kehadiran berbagai teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen industri dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan Indonesia, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana sektor alat berat juga tengah bertransformasi menuju solusi yang lebih hijau.

Sementara pameran di area indoor, salah satu peserta yaitu Prysmian, penyedia eco cable global, memperkenalkan teknologi E-Path (Eco Cable Pathway). Ini dirancang untuk mengurangi jejak karbon, menghitung kadar CO₂, serta menggunakan material daur ulang.
Meski permintaan di Indonesia masih terbatas, eco cable merupakan inovasi teknologi yang penting di tengah tren pembangunan yang mengincar sertifikasi Green Building.
Peserta pameran lainnya, Supreme Cable, juga membawa inovasi teknologi dengan menghadirkan solar cable, yakni kabel penghubung panel surya ke inverter dengan konduktor berlapis tin untuk mencegah korosi. Dihadirkan juga turbin angin yang fleksibel dan tahan cuaca ekstrem.
Kedua produk tersebut sangat cocok untuk digunakan di negara Indonesia yang memiliki perubahan iklim cukup ekstrim. Peralatan ini telah diterapkan di proyek pembangkit listrik tenaga angin di Sulawesi.
Diskusi Industri
Seiring dengan pameran, berlangsung pula sejumlah diskusi industri, seperti Construction Talk bertema “Smart Building Integration and Electrical Grid: Achieving Energy Efficiency and Resilience.”
Diskusi ini membahas efisiensi energi dan otomatisasi melalui teknologi smart building, dengan narasumber dari Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Asia Pacific Urban Energy Association (APUEA), Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI), serta Green Building Council Indonesia (GBCI).
Isu keberlanjutan juga didiskusikan lebih lanjut pada workshop Green Product Council Indonesia (GPCI) bertajuk “HIJAU Bukan Sekadar Label: Bedah Tuntas Sertifikasi Green Label Indonesia, LCA, dan Ekonomi Sirkular.” Metodologi Life Cycle Assessment (LCA) menjadi dasar ilmiah dalam sertifikasi Green Label Indonesia dan membantu perusahaan fokus pada area dengan dampak lingkungan terbesar.
Semua inovasi keberlanjutan, seminar-seminar bertopik kemajuan ekosistem hijau, serta kolaborasi dan edukasi terkait keberlanjutan ini bisa disaksikan secara langsung selama dua pekan IEE Series 2025. Para peserta dan pengunjung dapat menghadiri rangkaian IEE Series 2025 secara gratis pada 10–13 September dan 17–20 September 2025.








Tinggalkan Balasan