Jakarta, Petrominer – PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen untuk mencapai diversifikasi portofolio bisnisnya menuju layanan pelayaran yang lebih ramah lingkungan. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga berperan dalam transisi menuju armada yang lebih rendah karbon.
Menurut Direktur Utama PIS, Erry Widiastono, inisiatif berkelanjutan untuk mencapai tujuan tersebut diwujudkan melalui tiga fase, dengan tujuan akhir yang bebas karbon dari armada PIS.
Pada fase pertama, PIS telah memulai langkah-langkah efisiensi energi termasuk operasi pengurangan kecepatan (Eco-Steaming) sesuai dengan kebutuhan operasional, navigasi ballast minimum untuk mengurangi berat kapal, dan rencana pelayaran yang dioptimalkan.
“Misalnya kalau kapal sedang berlayar, kita akan lihat apakah ada antrian di pelabuhan tujuan. Kalau ada antrian, kapal kita tidak perlu melaju dengan kecepatan penuh yang menghabiskan lebih banyak bahan bakar dan juga berdampak polusi pada lingkungan,” jelas Erry.
Pada tahap ini, ungkapnya, PIS juga akan meremajakan usia kapal. Rata-rata usia kapal yang dioperasikan saat ini berkisar antara 19–20 tahun. Seiring dengan itu, PIS bukan saja membangun kapal dengan eco design, tapi juga untuk mengurangi usia kapal menjadi 17 tahun. Sementara dari sisi angkutan, PIS akan fokus juga pada pengangkutan kargo yang lebih ramah lingkungan, antara lain Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
Pada fase kedua, inisiatif untuk menciptakan bisnis yang lebih ramah lingkungan, PIS akan lebih agresif dalam menggunakan green energy baik dari segi operasional maupun angkutannya. Fase ini akan dilakukan para periode tahun 2030 hingga 2040.
Selama periode ini, PIS akan mengadopsi Dual Fuel Vessels (LPG & LNG Carrier) dengan desain kapal yang lebih efisien dalam mengurangi penggunaan bahan bakar.
“Pada fase ini, PIS akan meningkatkan eksplorasi penggunaan sumber energi baru dan terbarukan untuk operasional, seperti integrasi panel surya,” ujar Erry.
Sedangkan fase ketiga atau terakhir akan dimulai tahun 2040. PIS sebagai perusahaan logistik kelautan yang terintegrasi akan meningkatkan fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan pelabuhan, tidak hanya terbatas pada kegiatan shipping saja, tetapi juga bisnis pelabuhan dan penyimpanan termasuk penggunaan green energy yang bebas karbon untuk operasional di pelabuhan.









Tinggalkan Balasan