Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, saat memaparkan progres proyek pembangkit listrik program 35.000 MW dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (25/8).

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) memastikan seluruh sistem kelistrikan di Indonesia dalam kondisi cukup dan andal. Ketersediaan pasokan listrik ini didukung oleh beroperasinya pembangkit listrik dari Program 35.000 Megawatt (MW).

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, menjelaskan progress proyek pembangunan pembangkit 35.000 MW yang telah beroperasi tercatat mencapai 8.382 MW. Sementara proyek yang telah memasuki tahap konstruksi sebesar 19.067 MW.

“Sebagian besar sudah dalam tahap konstruksi. Proyek yang sudah terkontrak namun belum mulai proses pembangunan mencapai 6.528 MW,” ujar Zulkifli dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (25/8).

Sedangkan sisanya sebesar 1.563 MW atau sekitar 2 persen masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan. Progress tersebut terdiri dari pembangkit yang dibangun oleh PLN dan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Untuk progres pembangkit Program 7.000 MW, total seluruh Indonesia sebesar 7.458 MW sudah dilakukan Commercial Operating Date (COD) / Sertifikat Layak Operasi (SLO)/ Komisioning. Sementara sebesar 458 MW masih dalam proses konstruksi.

“Capaian ini merupakan kinerja nyata seluruh insan PLN di lapangan, dan juga tidak terlepas dari bantuan seluruh stakeholder terkait” Imbuh Zulkifli.

Sesuai dengan RUPTL 2019-2028, akan ada penambahan pembangkit sebesar 56,4 GW. Dari jumlah itu, porsi PLN adalah 28 persen, IPP murni 43 persen, kerjasama IPP dan anak perusahaan PLN sebesar 17 persen, dan sisanya adalah Wilayah Usaha dan unallocated.

Sementara jenis pembangkitnya, dari total pembangkit sebesar 56,4 GW itu, porsi PLTU 48 persen, PLTG/MG/GU sebesar 22 persen, dan pembangkit EBT sebesar 30 persen.

“Program 35.000 MW dan 7.000 MW ini direncanakan selesai tahun 2023 mendatang,” ungkap Zulkifli.

Selain itu, PLN juga terus membangun jaringan transmisi dan distribusi guna menyalurkan listrik dari pembangkit ke pelanggan. Hingga akhir semester I-2020, jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi mengalami peningkatan sepanjang 950,9 kilometer sirkuit (kms), dan penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 2.890 Mega Volt Ampere (MVA).

Dalam proses pembangunan transmisi, tantangan terbesar yang dihadapi PLN adalah proses pembebasan lahan. Selain itu, adanya pandemi Covid-19 juga membuat penyediaan material utama transmisi terhambat.

“Terkait permasalahan lahan kami terus berkoordinasi dengan stakeholder seperti BPN dan Kejaksaan untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut,” jelas Zulkifli.

Sementara di sisi jaringan distribusi, khususnya untuk melistriki wilayah terpencil, tantangannya adalah kondisi geografi dan akses yang sulit membuat pengiriman material menjadi lebih sulit dilakukan. Meskipun demikian, PLN terus berkomitmen untuk melistriki seluruh pelosok nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here