Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mulai melakukan penilaian dan pembinaan perusahaan dalam negeri pabrikan penyedia barang hulu migas. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas pabrikan dalam negeri sekaligus mendukung peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TDKN).

Pelaksanaan kick off meeting dengan perusahaan penyedia barang sektor hulu migas dilakukan secara virtual, Kamis (9/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 120 perwakilan KKKS dan perusahaan penyedia barang sektor hulu migas, termasuk 30 pabrikan dalam negeri yang mendapatkan kesempatan mengikuti penilaian batch pertama.

“Program penilaian dan pembinaan bersama merupakan upaya nyata SKK Migas dan KKKS bersama dengan Kementerian ESDM dalam meningkatkan penggunaan barang dalam negeri pada kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Indonesia,” kata Plt. Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko.

Hasil yang diharapkan program ini tidak hanya daftar produk dari pabrikan yang telah memenuhi kriteria, namun juga dapat dipetakan upaya pembinaan lanjutan. Terlebih hulu migas telah menetapkan Visi 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel dan 12 BSCFD, sehingga program ini akan membantu memetakan potensi industri dalam negeri agar pencapaian target tahun 2030 juga berimbas positif bagi peningkatan kapasitas perusahaan nasional agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Menurut Rudi, saat ini serapan TKDN di industri hulu migas yang sudah mencapai 57 persen, kontribusi terbesar masih berasal dari sektor jasa. Sementara sektor barang sedang diupayakan untuk meningkat.

“SKK Migas sedang mengusahakan agar kontribusi sektor barang dapat terus meningkat. Melalui kegiatan penilaian dan pembinaan ini diharapkan kontribusi sektor barang pada TKDN dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, menyebutkan adanya antusiasme yang tinggi dari KKKS dan perusahaan nasional dalam mengikuti program ini.

Kick off meeting memang hanya dihadiri oleh 30 perusahaan yang terpilih dalam batch satu. Mereka berasal dari komoditas chemical, electrical, instrument, mechanical, FTV, rotating, structure, dan drilling sub surface. Meski begitu, perusahaan lainnya juga antusias mengikutinya yang menunjukkan program ini sudah dinantikan oleh para penyedia barang/jasa dalam negeri,” ujar Erwin, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan penilaian dan pembinaan perusahaan dalam negeri penyedia barang dan jasa hulu migas.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dalam tiga tahun ke depan SKK Migas akan menyelenggarakan batch-batch lainnya. Dengan begitu, pabrikan dalam negeri yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti sehingga dapat terbentuk database potensi dan kemampuan produk yang sudah terverifikasi.

“Penilaian dilakukan oleh person in charge KKKS pada setiap komoditas. Hasil penilaian tersebut akan digunakan dan menjadi acuan oleh seluruh KKKS dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Memang penilaian ini tidak menjadi privillage, tetapi akan memperkuat keyakinan pengguna dalam hal ini KKKS bahwa perusahaan dalam negeri yang telah lulus penilaian akan memiliki kemampuan sesuai komoditasnya di industri hulu migas,” kata Erwin.

Daftar 30 Pabrikan Penilaian Batch Pertama

Komoditas

Nama Pabrikan Komoditas

Nama Pabrikan

Chemical
  1. PT Luas Birus Utama
  2. PT Clariant Indonesia
  3. PT Mits Duta Utama
  4. PT Star Specialty Chemical Indonesia
FTV
  1. PT Bakrie Pipe Industries
  2. PT Indal Steel Pipe
  3. PT KHI Pipe Industries
  4. PT Teknologi Rekayasa Katup
Electrical
  1. PT Jembo Cable Company
  2. PT Prima Indah Lestari
  3. PT Sutra Kabel Intimandiri
  4. PT Voksel Electric, Tbk
Rotating
  1. PT Duraquipt Cemerlang
  2. PT KSB Indonesia
  3. PT Bumi Cahaya Unggul
  4. PT Torishima Guna Engineering
Instrument
  1. PT 3S International
  2. PT Karya Instrumindo Simpati
  3. PT Indonusa Teknik
  4. PT Duta Firza
  5. PT Yamamoto Keiki Indonesia
Structure
  1. PT Indo Kaya Energi
  2. PT CT Advance Technology
  3. PT South East Asia Pipe Industries
Mechanical
  1. PT Sanggar Sarana Baja
  2. PT Deakyung Indah Heavy Industry
  3. PT Boma Bisma Indra (Persero)
Drilling Sub Surface
  1. PT Astrajaya Nirwighnata
  2. PT Molden Patra Sejahtera
  3. PT Sagatrade Murni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here