VLCC Pertamina Pride.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina International Shipping (PIS) komitmen untuk terus menjadi urat nadi pendistribusian energi bagi negeri. Sebagai perusahaan shipping terintegrasi, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini bertekad untuk selalu memberikan pelayanan terbaik sebagai mitra maritim yang dapat dipercaya dan diandalkan.

Berbagai layanan pun diberikan. Mulai dari penyewaan kapal, pengiriman minyak mentah, produk BBM, LNG & LPG, manajemen kapal, solusi kelautan (terminal terapung), hingga solusi sarana tambat melalui inovasi jettyless sebagai upaya dalam proses cargo handling dan bunkering di pelabuhan-pelabuhan Pertamina, serta solusi bunkering mengambang dan solusi logistik LNG.

“Perjalanan PIS dari tahun 2020 hingga kuartal I-2021 ini menjadi pencapaian tersendiri bagi kami,” ujar Corporate Secretary PIS, Arief Sukmara, Senin (5/4).

Arief menegaskan, sebagai perusahaan shipping terintegrasi, PIS berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik sebagai mitra maritim yang dapat dipercaya dan diandalkan, serta menjadi urat nadi yang menyalurkan energi bagi negeri. Hal ini tercermin dalam pesan kunci yang disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan PIS, yaitu “Shiping The Energy Worldwide, Energizing The Nation with Pride,” dengan taglineDelivering Promises.”

Hingga kuartal pertama 2021, PIS sudah memiliki 11 unit kapal milik di luar kapal-kapal yang selama ini beroperasi di perairan domestik, terdiri dari 1 (satu) unit Floating Storage and Offloading (FSO) dengan kapasitas 600.000 barel, 2 (dua) unit Very Large Crude Carrier (VLCC), dengan masing-masing kapasitas 2 juta barel 1 (satu) unit General Purpose (GP) dengan kapasitas 110.000 barel, dan 6 (enam) unit kapal Medium Range (MR) dengan kapasitas 200,000 sampai 250.000 barel. Selain itu, 1 (satu) unit VLCC kapal milik, yaitu Pertamina Prime telah didelivery pada akhir Maret 2021 lalu, sehingga total menjadi 11 kapal.

Di awal tahun 2020, PIS mulai melakukan utilisasi kapal milik Pertamina, yakni MT Pertamina Gas I dan MT Pertamina Gas II. Kapal ini untuk mengangkut kargo impor LPG dari pelabuhan muat di Arabian Gulf. Selanjutnya Juli 2020, PIS untuk pertama kalinya di melayani dari pelabuhan United States (US) dengan Round Trip day (RTD) selama 70-75 hari.

“Bulan Maret tahun lalu menjadi waktu yang cukup menantang bagi kami, di mana negara kita mulai terpapar pandemi Covid-19. Kami tanggap menyediakan 3 unit kapal Mogas Type LR dan 11 unit kapal minyak mentah untuk mengangkut dan sekaligus menampung komitmen kargo di tengah penurunan konsumsi dan harga minyak dunia akibat pandemi,” ungkap Arief.

Lalu, pada Juli 2020, PIS melakukan utilisasi kapal milik Pertamina yakni MT Gunung Geulis untuk angkutan ekspor dengan rute Tuban-Qingdao (China) dan angkutan minyak Malaysia, yaitu Kikeh dan Kidurong ke Balikpapan. Selanjutnya, pada bulan Oktober 2020, PIS meutilisasi kapal milik Pertamina, yaitu MT Sanggau, untuk memenuhi kebutuhan angkutan pasar internasional.

Di penghujung tahun, PIS menorehkan jejak positif bagi negeri dengan meluncurkan kapal VLCC New Building pertama yang dimiliki Pertamina Group, yaitu Pertamina Pride di Jepang. Tidak lama kemudian, melakukan delivery kapal tipe VLCC SC Enterprise LIX di Terminal Tuban untuk mendukung optimasi pembelian minyak mentah impor dan perubahan pola lifting Banyu Urip Crude Oil (BUCO).

Salah satu agenda di tahun 2021 ini, selain peluncuran Pertamina Pride, PIS baru saja melakukan delivery kapal Pertamina Prime pada 30 Maret 2021 di di Galangan Japan Marine United (JMU), Ariake, Jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here