Jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kiloVolt (kV) Ketapang – Kendawangan, Kalimantan Barat.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasang target capaian rasio elektrifikasi ((RE) tahun 2021 sebesar 100 persen. Target ini diyakini bisa dicapai menyusul pencapaian RE tahun 2020 lalu sebesar 99,20 persen, dengan jumlah rumah tangga yang berlistrik meningkat 14,85 persen dalam enam tahun terakhir.

“Rasio elektrifikasi ini sedikit banyak terganggu. Meskipun kita sudah targetkan 100 persen tetapi nyatanya baru bisa sampai 99,20. Sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM, tahun ini kita upayakan untuk benar-benar 100 persen. Meskipun kita tahu penambahan rumah tangga juga setiap tahunnya sekitar 1 juta, itu juga perlu kita consider untuk langsung bisa terlistriki,” ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam jumpa pers Capaian Kerja 2020 dan Rencana Kerja 2021 Subsektor Ketenagalistrikan yang diselesenggarakan secara virtual, Rabu sore (13/1).

Lebih lanjut, Rida menyampaikan bahwa Pemerintah juga tengah berfokus pada pengembangan infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Hingga Desember 2020, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 93 unit di 66 lokasi.

“Faktanya memang kita terhambat Covid-19, dari target 168, itu baru bisa terealisasi 93. Artinya hanya 55 persen yang terealisasi. Itu sebagai catatan kita ke depan, dengan berbagai insentif yang menarik, kita berharap jumlah SPKLU juga akan mengikuti jumlah kendaraan listrik,” jelasnya.

Sementara untuk penambahan pembangkit listrik mencapai 2.866,6 Megawatt (MW), transmisi listrik tercatat bertambah 2.648 kilometer sirkuit (kms), kemudian penambahan gardu induk dilakukan sebesar 7.870 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara jaringan distribusi bertambah 27.434 kms, dan penambahan gardu distribusi mencapai 2.590 MVA.

Berdasarkan perhitungan pada akhir tahun 2020, konsumsi listrik perkapita mencapai 1.089 Kilowatt hour (kWh) atau 95 persen dari target yang ditetapkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019 sebesar 1.142 kWh. Tidak tercapainya target ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang menyebabkan konsumsi listrik pada sektor industri dan bisnis turun.

“Di rumah tangga (konsumsi listrik) naik, tetapi di industri dan bisnis turun drastis. Maka secara resultan konsumsi perkapita di tahun 2020 tidak sesuai dengan target. Tetapi masih cukup menggembirakan, mencapai 95% dari target,” ujar Rida.

Terkait System Average Interruption Duration Index (SAIDI) Nasional atau lama pemadaman listrik, tercatat hanya 12,72 jam per pelanggan per tahun. Angka ini di bawah target 15 jam/pelanggan/tahun. Sementara System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) Nasional atau frekuensi pemadaman listrik hanya 9,25 kali/pelanggan/tahun di bawah target 10 kali/pelanggan/tahun.

Untuk pengembangan smart grid, telah mencapai target yakni di 5 lokasi sampai akhir tahun 2020. Sementara Reserve Margin sistem sebesar 30,10 persen atau melebihi target yang ditetapkan 25 persen. Investasi di subsektor ketenagalistrikan tercatat sebesar US$ 7,04 miliar atau 59 persen dari target US$ 11,95 miliar.

Susut jaringan tenaga listrik tahun 2020 hanya 8,39 persen, lebih rendah dari target sebesar 9,2 persen. Sementara penurunan emisi CO2 pembangkit mencapai 8,78 juta ton atau hampir 2 kali lipat dari target 4,71 juta ton (naik 186 persen). Sedangkan prosentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40,13 persen atau melebihi target yang ditetapkan sebesar 33 persen.

Rata-rata efisiensi pembangkit mencapai 78,46 persen, hampir memenuhi target 78,88 persen. Untuk produksi tenaga listrik sebesar 272,42 TWh atau 80 persen dari target 339,082 TWh. Adapun jumlah pelanggan listrik melebihi target, yakni mencapai 78.663,155 ribu pelanggan. Untuk jumlah Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) ilegal memenuhi target, yakni di tiga regional. Sementara jumlah penjualan tenaga listrik bersubsidi mencapai 98 persen dari target, yaitu 61.400,15 GWh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here