Jakarta, Petrominer – PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) melaksanakan sejumlah program dukungan sosial di bawah Program Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1.000 HPK). Kegiatan yang digelar oleh anak usaha PT Archi Indonesia Tbk (Archi) ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat lingkar tambang, khususnya pencegahan perlambatan pertumbuhan (stunting) pada anak-anak di kawasan Bitung dan Minahasa Utara.
Direktur Archi, David Sompie, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari berbagai upaya MSM dan TTN untuk menunjukkan kepedulian kepada kesejahteraan masyarakat. Gerakan dan program ini diyakini dapat bermanfaat untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan menderita stunting.
“Kami berharap dapat meletakkan landasan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, serta dapat menciptakan potensi kegiatan ekonomi baru melalui pemberdayaan pengolah bahan makanan yang sehat,” ujar David, Jum’at (25/2).
Melalui program yang telah digagas sejak tahun 2016 ini, MSM dan TTN mengadakan sejumlah aktivitas sosial. Di antaranya pelatihan petugas pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak, program intervensi gizi spesifik melalui pemberian tambahan makanan bernutrisi, serta dukungan berupa dana sosial.
Selain itu, sepanjang tahun 2021, MSM dan TTN juga telah mengembangkan Pola Pemberian Makanan Tambahan (PPMT) dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia secara lokal dan memberdayakan kaum perempuan dari berbagai desa dan kelurahan sebagai pengolah bahan makanan bernutrisi melalui berbagai aktivitas pelatihan. Berbagai program ini telah menjangkau berbagai posyandu yang tersebar di 28 desa dan kelurahan sekitar wilayah operasional kedua perusahaan.
Biskuit Kelor
Dalam kesempatan itu, David menyampaikan bahwa program PPMT telah berhasil mengembangkan industri biskuit kelor Moringa yang mengandung berbagai nutrisi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, seperti protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, kalium, kalsium, dan berbagai vitamin lainnya. Tambahan nutrisi ini memiliki manfaat yang baik khususnya bagi para ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak usia di bawah lima tahun, serta khususnya bagi kelompok anak yang rentan mengalami stunting.
“Bahan baku produksi biskuit ini telah dikembangkan di kebun percontohan yang diadakan oleh MSM dan TTN, dan akan didistribusikan lebih lanjut kepada masyarakat lingkar tambang sehingga memberikan manfaat yang luas, baik dalam aspek kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Program kepedulian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang MSM dan TTN, sebagai bagian dari Archi, untuk berkontribusi kepada lingkungan dan masyarakat di mana perusahaan-perusahaan ini beroperasi. Melalui prinsip-prinsip kepedulian lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), Archi telah menjalankan sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di daerah Sulawesi Utara, termasuk di antaranya dukungan terhadap penanganan Covid-19 yang mencakup donasi unit laboratorium mobil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) serta donasi bahan kebutuhan pokok dan masker kepada lebih dari 8.000 kepala keluarga di sekitar wilayah tambang.








Tinggalkan Balasan