Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrial (kedua dari kiri), didampingi Plt Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana (ketiga dari kiri), saat membuka seminar dan pameran "50 Inovasi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM", Senin (7/12).

Jakarta, Petrominer – Teknologi dinilai sebagai satu-satunya cara untuk menjawab berbagai tantangan perkembangan zaman dan diharapkan mampu memberi nilai tambah. Selain teknologi, kehadiran inovasi juga harus dibangun dengan penataan organisasi dan kelembagaan melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Karenanya fungsi lembaga litbang dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk memajukan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, saat membuka seminar dan pameran “50 Inovasi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM”, Senin (7/12).

Berbagai inovasi, menurut Ego, telah ditempuh Kementerian ESDM guna mendukung program energi berkeadilan bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat melalui penyediaan energi secara merata dengan harga terjangkau di seluruh Indonesia. Berbagai program riset strategis pun telah dilakukan oleh Badan Litbang ESDM melalui peningkatan potensi dan cadangan ESDM, peningkatan produksi dan pemanfaatan ESDM, hilirisasi mineral dan batubara, diversifikasi energi, teknologi konservasi dan efisiensi energi, serta optimalisasi dan rekayasa proses/produk.

Plt Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana, memaparkan bahwa Badan Litbang ESDM telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan nilai tambah di sektor minyak dan gas bumi (migas), ketenagalistrikan, mineral dan batubara (minerba), energi baru terbarukan dan konservasi energy (EBTKE), hingga geologi kelautan.

“Beberapa inovasi energi baru terbarukan antara lain aplikasi E-Smart Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Bio Ethanol Shorgum (tanaman dan etanol), backpack battery yang mudah dibawa dan dapat digunakan sebagai sumber energi listrik dengan kapasitas 2200 WH,” ungkap Dadan yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal EBTKE.

Di bidang minerba, inovasi yang dihasilkan berupa pemanfaatan batubara sebagai substitusi LPG bagi UMKM melalui alat Gasifikasi Mini (GasMin), teknologi pembakar siklon untuk substitusi BBM, teknologi underground coal gasification (UCG) untuk mengekstrak dan mengonversikan batubara yang secara ekonomi tidak layak ditambang menjadi syngas secara insitu, pengembangan ekstraksi nikel laterit, dan penggunaan slice box untuk pemisahan mineral butiran emas di pesisir pantai hingga dasar laut.

Salah satu Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dari Kementerian ESDM adalah inovasi Simon Bageol (sistem monitoring dan peringatan dini untuk bahaya kegeologian dan lingkungan), yang memiliki fasilitas peringatan dini bahaya dan treatment baku mutu limbah air secara cepat, realtime dan akurat dapat diaplikasikan di wilayah pertambangan.

Adapaun inovasi bidang migas antara lain surfaktan berbahan organik minyak kelapa sawit untuk injeksi kimia EOR pada lapangan minyak tua fluid catalytic cracking, mini airgun yang portabel dan ramah lingkungan untuk membantu perolehan data seismik minyak dan gas, Rig Coal Bed Methan (CBM) yang untuk pemboran CBM sedalam 1.000 meter, konverter kit berbahan bakar LPG yang bermanfaat untuk mengurangi konsumsi BBM dan kompor Dimethyl Eter (DME).

Selain inovasi sektor ESDM, Badan Litbang ESDM juga turut berperan mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui inovasi ventilator ViCE Z-Axis. Alat ini berguna untuk menunjang/membantu pernafasan untuk pasien Covid. Tidak hanuya itu, Badan Litbang juga membuat Bilik Sterilisasi dan Antiseptik (BiSA) dan Sterilisasi dan Antiseptik (SERITI) sebagai alat sterilisasi di perkantoran dan tenaga medis yang menangani pasien terdiagnosa positif Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here