Para peserta Pertamina Eco Run 2021 atau Runnergizers akan mendukung program-program TJSL Pertamina di berbagai kota dalam bidang pengolahan sampah.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus bertekad berkontribusi mendukung langkah Pemerintah mewujudkan Net Zero Emission. Tidak hanya dilakukan di aspek bisnis dan operasional, upaya pengurangan emisi karbon ini juga dilakukan di aspek lainnya. Salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengolahan sampah dan limbah yang memiliki potensi reduksi emisi sebesar 15.863 kg CO2 ekivalen per tahun.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, program-program pengolahan sampah dan limbah ini akan menjadi target dukungan 3.000 peserta atau Runnergizers melalui gelaran Pertamina Eco Run 2021. Seperti diketahui, Pertamina Eco Run akan segera digelar dengan tema Run For The Earth.

“Setiap peserta berpotensi kontribusi untuk mengurangi setidaknya 5 kg CO2 ekivalen emisi karbon dari lingkungan sekitar kita atau setara dengan mengendarai 50 km mobil. Karena dengan menjadi Runnergizers, sobat sekalian mendukung program-program TJSL Pertamina di berbagai kota dalam bidang pengolahan sampah,” ujar Fajriyah, Kamis (25/11).

Dalam pengolahan sampah, jelasnya, ada sampah plastik, limbah kayu, sampah organik hingga minyak jelantah. Semua itu akan diolah dan didaur ulang atau dimanfaatkan kembali menjadi energi untuk kebutuhan sehari-hari atau menjadi barang-barang bernilai tinggi.

Dukungan yang akan diberikan kepada beberapa program TJSL Pertamina terkait pengolahan sampah dan limbah diantaranya adalah program Bu Manik (Budidaya Maggot dan Pupuk Organik) di area Fuel Terminal Bandung Group. Ada juga program Wiralodra (Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah) di area Kilang Balongan, program BETTER pengelolaan sampah menjadi FAME di area Depo Pengisian Pesawat Udara Sepinggan, program pengelolaan sampah terpadu di area Pertamina EP Prabumulih, program pengelolaan limbah ikan, minyak jelantah dan sampah di area Pertagas Jawa Timur, program bank sampah berbasis masyarakat di area PGE Kamojang, dan lainnya.

Fajriyah menjelaskan, bentuk dukungan atau bantuan yang diberikan nantinya akan berupa tambahan dana dari Pertamina yang akan dibagikan kepada program-program pengolahan sampah dan limbah tersebut. Dengan begitu, program itu akan terus berkembang demi bisa terus mengurangi jejak karbon.

“Donasi akan diberikan kepada program melalui mekanisme TJSL yang sudah berlangsung. Adanya tambahan donasi ini diharapkan akan meningkatkan jenis program dan makin bisa meningkatkan potensi pengurangan emisi,” ungkapnya.

Selain program pengolahan sampah dan limbah, Pertamina juga telah melaksanakan program yang berpendekatan aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG), salah satunya melalui program Desa Energi Berdikari yaitu Desa yang memanfaatkan potensi energi lokal terutama energi terbarukan. Saat ini sudah terdapat lebih dari 10 Desa Energi Berdikari, dengan produksi energi total sebesar 35.400 Kilowatt-hour (KWH) dan 95.400 Liter bahan bakar alternatif (BBA) dan peningkatan pendapatan masyarakat lebih dari Rp870 juta/tahun.

“Pertamina juga mendukung program kampung iklim pemerintah dalam pengurangan emisi karbon. Dalam melaksanakan program kampung iklim, Pertamina memfasilitasi multistakeholder dan kolaborasi multilevel dalam mengimplementasikan aksi iklim yang konkrit di tingkat lokal, terutama di setiap desa terdekat dari wilayah operasi kami,” jelas Fajriyah.

Pelaksanaan program TJSL Pertamina ini khususnya untuk mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) poin 13 penanganan perubahan iklim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here