Pertamina menggunakan moda alternatif jalur sungai dengan menggunakan LCT (Landing Craft Tank) untuk menyebrang, mengangkut mobil tangki LPG dan truk agen yang menuju dan dari Depot Mini LPG Banjarmasin dan ke SPPBE di sekitar lokasi depot.

Banjarmasin, Petrominer – Curah hujan yang tinggi dan banjir di Kalimantan Selatan sempat menggenangi beberapa fasilitas Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Banjarbaru. Kondisi ini membuat distribusi LPG menjadi agak terhambat.

Namun, semangat Pertamina untuk tetap menyalurkan dan memenuhi kebutuhan LPG dan BBM kepada masyarakat tidak pernah putus. Pertamina pun berupaya optimal untuk menjagat ketahanan stok LPG agar masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan masa-memasak, terutama di daerah terdampak.

“Untuk menyalurkan LPG di sekitar wilayah Banjarmasin, Pertamina menggunakan moda alternatif jalur sungai dengan menggunakan LCT (Landing Craft Tank) untuk menyebrang, mengangkut mobil tangki LPG dan truk agen yang menuju dan dari Depot Mini LPG Banjarmasin dan ke SPPBE di sekitar lokasi depot. Mobil Tangki BBM pun juga diangkut melalui jalur sungai menggunakan LCT agar penyaluran dapat lebih cepat,” ungkap Executive General Manager Regional Kalimantan, Freddy Anwar, Senin (18/1).

Menurut Freddy, jalur yang sering dilalui oleh mobil tangki LPG menuju tiga daerah yaitu Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru tidak dapat dilalui karena cukup rentan dan volume air masih tinggi. Karena itulah, Pertamina menggunakan jalur sungai untuk dapat menyebrangkan mobil tangki LPG dan truk agen yang akan mengisi ke SPPBE.

Pertamina menggelar operasi pasar di beberapa lokasi terdampak banjir Kalimantan Selatan.

Operasi Pasar

Tidak hanya itu, menurutu Sales Area Manager Kalselteng, Drestanto Nandiwardhana, Pertamina juga menggelar operasi pasar LPG di beberapa lokasi. Ini menjadi salah satu cara untuk memastikan kebutuhan LPG di masyarakat terpenuhi.

“Koordinasi lebih lanjut dengan pemda setempat akan dilakukan untuk mendapatkan input mengenai penetapan titik-titik yang akan dilaksanakan operasi pasar,” ujar Drestanto

Minggu siang (17/1), Pertamina menggelar operasi pasar di pangkalan LPG di Jalan Simpang SMP 7 Veteran Kota Banjarmasin. Sebanyak 100 tabung dijual dengan HET Rp 17.500 per tabung dan satu orang dibatasi pembelian dua tabung untuk memastikan tepat sasaran dan merata.

Kemudian malam harinya, diadakan kembali Operasi Pasar di empat titik lainnya dengan total 460 tabung, yaitu di pangkalan Suwasis sebanyak 160 tabung di Jalan Alalak Selatan RT 5 (samping masjid Suada Uddarain), Ratnawati 100 tabung di Jalan Benua Anyar RT 7 No.21, pangkalan Kios Endah 100 tabung di Jalan KS Tubun Gang IV Keluarga Kel. Kelayan Barat, pangkalan Rizqy Ilahi 100 tabung di Jalan Nakula VI Komp. BPP.

“Kami monitor dan memastikan bahwa tidak ada pangkalan yang menjual di atas HET yang telah ditetapkan pemda setempat, jika terbukti ada pangkalan yang melakukan penjualan di atas HET akan kami tindak tegas,” ungkap Drestanto.

Salah satu warga di sekitar lokasi Operasi Pasar, Hasan Duraya, mengungkapkan adanya operasi pasar ini sangat membantu dalam membeli LPG 3 kg apalagi sesuai dengan HET.

“Alhamdulillah sangat terbantu dengan adanya Operasi Pasar ini, LPG tidak sulit mendapatkannya. Kami sangat butuh LPG dalam kondisi seperti ini,” ungkap Hasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here