Eco Park Suralaya yang dibangun oleh Indonesia Power Suralaya PGU menggunakan paving blok yang memanfaatkan fly ash & bottom ash (FABA) sebagai bahan bakunya. PLTU Suralaya.

Cilegon, Petrominer – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian, menegaskan pentingnya keberadaan pembangkit besar seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya untuk mendukung ketersediaan teknologi lain yang membutuhkan listrik. Karena itulah, Pemerintah harus terus menjamin ketersediaan energi listrik ini.

Hal itu disampaikan Ramson saat memimpin kunjungan kerja Komisi VII DPR ke PLTU Suralaya di Cilegon, Banten, Kamis (11/2).

“Ketersediaan energi listrik harus dijamin oleh pemerintah yang dalam hal ini kami dari DPR RI Komisi VII yang concern terhadap keamanan dan ketersediaan energi listrik, karena tanpa ketersediaan atau keterjaminan energi listrik program-program yang berbasis listrik tidak akan berjalan seperti kendaraan listrik dan lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ramson juga menegaskan bahwa PLTU Suralaya ini sangat strategis. Pasalnya, pembangkit ini tidak hanya terkait ketersediaan energi listriknya namun juga harus terjamin untuk ketersediaan energi primernya.

“Ini sangat strategis, kami dari Komisi VII juga harus memastikan tidak hanya ketersediaan energi listriknya tetapi juga ketersediaan energi primernya, agar kontinuitas energi listrik ini terjaga dan tidak menjadi ancaman terjadinya pemadaman di suatu daerah,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Suralaya Power Generation Unit (PGU) adalah salah satu PLTU yang dimiliki oleh PT Indonesia Power, yang merupakan anak perusahaan dari PT PLN (Persero). Suralaya PGU dibangun tahun 1984 dengan dua Unit Pembangkit dan terus ditingkatkan hingga menjadi tujuh Unit Pembangkit dengan total kapasitas terpasang 3.440 MW. PLTU terbesar di Indonesia ini memproduksi sekitar 50 persen dari total produksi Indonesia Power dan menyumbang 17 persen dari energi listrik kebutuhan Jawa-Madura-Bali.

Selain keandalan dalam penyediaan energi listrik yang harus tetap dijaga, Suralaya PGU juga tidak mengesampingkan aspek kinerja, tanggung jawab lingkungan dan CSR-nya. Terbukti Suralaya PGU juga telah memenangkan berbagai penghargaan dalam bidang inovasi, K3L & Lingkungan dan CSR di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, Suralaya PGU melakukan Program Tanggung Jawab Sosial atau Program CSR, di antaranya mendirikan Eco Park Suralaya yang dalam pembangunannya menggunakan paving blok yang memanfaatkan fly ash & bottom ash (FABA) sebagai bahan bakunya.

Selain itu dalam menjaga komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan juga untuk mendukung Pemerintah dalam mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025, Indonesia Power telah melakukan implementasi co-firing biomassa pada sebagian unit pembangkitnya termasuk PLTU Suralaya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan CO2.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here