Central Processing Plant di Jabung, Jambi, yang dioperasikan oleh PetroChina.

Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan ada 13 proyek migas yang akan onstream tahun 2019 ini. Tambahan produksi dari proyek-proyek migas tersebut diharapkan bisa menopang pencapaian target lifting tahun ini.

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soecipto, total estimasi produksi puncak dari ke-13 proyek peningkatan produksi migas tersebut mencapai 240 ribu barrel oil equivalent per day (boped). Terdiri dari gas 1.300 million standar cubic feet per day (MMscfd) dan minyak 8.600 barrel oil per day (bopd).

“Ke-13 proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi minyak sebesar 8.600 bopd dan gas 1,3 miliar kaki kubik per hari,” ujar Dwi, Rabu (16/1).

Tambahan produksi tersebut, jelasnya, diharapkan bisa menopang upaya pencapaian target lifting migas tahun 2019 ini. Sebelumnya, Pemerintah telah mematok target lifting migas sebesar 2.025 ribu boepd pada tahun 201. Dengan rincian, produksi minyak 775 ribu bopd dan gas sebesar 1.250 ribu boepd.

Lihat juga: 6 Proyek Hulu Migas Ontream 2018

Menurut Dwi, total investasi untuk ke-13 proyek migas tersebut mencapai US$ 702 juta. Sementara untuk tahun 2019 ini, target investasi dipatok sebesar US$ 14,79 miliar. Angka tersebut lebih besar dari realisasi investasi tahun 2018 sebesar US$ 11,99 miliar, yang mencapai 90 persen dari target investasi yang dipatok dalam APBN 2018.

Ke-13 proyek migas tersebut adalah:

  1. Kompleks Betara, dengan operator PetroChina International Jabung Ltd. Estimasi Produksi Puncak 12 MMscfd. Target Onstream kuartal I-2019.
  2. Terang Sirasun Batur Phase 2, dengan Kangean Energy Indonesia Ltd. Estimasi Produksi Puncak 200 MMscfd. Target Onstream kuartal I-2019.
  3. Ario Damar-Sriwijaya Phase 2, dengan operator PT Tropik Energi Pandan. Estimasi Produksi Puncak 20 MMscfd. Target Onstream kuartal II-2019.
  4. Pengaliran Gas Temelat ke Gunung Kembang Selatan, dengan operator PT Medco E&P Indonesia. Estimasi Produksi Puncak 10 MMscfd. Target Onstream kuartal II-2019.
  5. Bukit Tua Phase 3, dengan operator Petronas Carigali Ketapang II Ltd. Estimasi Produksi Puncak 31,5 MMscfd. Target onstream kuartal II-2019.
  6. Full Well Steam Kedung Keris, dengan operator ExxonMobil Cepu Ltd. Estimasi Produksi Puncak 3.800 bopd. Target onstream kuartal III-2019.
  7. Suban Compression, dengan operator ConocoPhillips (Grissik) Ltd. Estimasi Produksi Puncak 780 MMscfd. Target onstream kuartal III-2019.
  8. Bison-Iguana-Gajah Putri, dengan operator Premier Oil Natuna Sea BV. Estimasi Produksi Puncak 163 MMscfd. Target onstream kuartal III-2019.
  9. Buntal-5, dengan Medco E&P Natuna Ltd. Estimasi Produksi Puncak 45 MMscfd. Target onstream kuartal III-2019.
  10. Lapangan YY, dengan operator PHE ONWJ. Estimasi Produksi Puncak 4.605 bopd dan 25,5 MMscfd. Target Onstream kuartal IV-2019.
  11. Meliwis, dengan operator Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd. Estimasi Produksi Puncak 20 MMscfd. Target onstream kuartal IV-2019.
  12. Pemasangan Kompresor Betung, dengan operatpr PT Pertamina EP. Estimasi produksi puncak 15 MMscfd. Target onstream kuartal IV-2019.
  13. Bayan Gas Production Facilities, dengan operator Manhattan Kalimantan Investments Pte. Ltd. Estimasi produksi puncak 250 bopd dan 15 MMscfd. Target onstream kuartal IV-2019.
Progres empat proyek strategis nasional. (SKK Migas)

Selain proyek-proyek tersebut, jelas Dwi, SKK Migas tetap memprioritaskan empat proyek strategis nasional yang belum onstream di tahun 2019.

Keempat proyek tersebut adalah Proyek Tangguh Train 3 yang ditargetkan tahun 2020, Proyek Jambaran Tiung Biru yang ditargetkan tahun 2021, Proyek Indonesia Deep Water (IDD) yang ditargetkan tahun 2024, dan Proyek Abadi yang ditargetkan tahun 2027.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here