Produk-produk hasil hutan bukan kayu dari Indonesia banyak menarik perhatian pengunjung Expo 2020 Dubai.

Dubai, UEA – Memasuki minggu kedua, 8-14 Oktober 2021 di ajang Expo 2020 Dubai, Paviliun Indonesia diisi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Ditampilkan empat produk-produk terbaik Indonesia dari hasil hutan bukan kayu (HHBK), hasil hutan kayu olahan dan produk masyarakat sekitar hutan.

“Keikutsertaan Kementerian LHK di Expo 2020 Dubai menunjukkan pada dunia kemajuan Indonesia di bidang industri, teknologi, lingkungan hidup dan kehutanan. Hal ini dapat dilihat dari hasil hutan bukan kayu, hasil hutan kayu olahan, dan produk yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar hutan,” ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, Senin (11/10).

Sementara Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian LHK, Agus Justianto, menjelaskan bahwa perhelatan Expo 2020 Dubai merupakan ajang yang tepat untuk lebih jauh memperkenalkan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK). Sistem ini merupakan upaya pemerintah dalam mendukung pertumbuhan produk kehutanan yang legal dan lestari.

“SVLK merupakan wujud komitmen pemerintah Indonesia untuk mengedepankan aspek sosial dan ekologi dalam proses pemanfaatan dan pengelolaan hutan,” ujar Agus.

Implementasi SVLK memberikan manfaat antara lain kepercayaan pasar yang lebih baik, akses pasar terutama ke pasar internasional, menekan laju kerusakan hutan, mendukung perbaikan tata kelola dan jaminan bagi mitra dagang atas bukti dan keterlacakan bahan baku dari sumber legal dan lestari. Malahan, SVLK telah menaikkan nilai ekspor produk kayu sampai 91,7 persen sejak tahun 2013 ke tahun 2019.

Produk-produk HHBK yang ditampilkan di Paviliun Indonesia adalah komoditas rotan, kemenyan, dan madu. Saat ini, industri kerajinan dan asesoris fesyen banyak yang menggunakan anyaman rotan seperti untuk produk tas sebagai pelengkapnya. Selain itu ditampilkan juga parfum kemenyan. Meski selama berabad-abad, kemenyan selalu menjadi aroma untuk bakaran dupa, kini kemenyan menjadi parfum kelas dunia dengan aroma yang wangi dan lembut.

“Meski tidak mengandung alkohol, wangi parfum kemenyan dapat bertahan antara 16 hingga 24 jam,” ungkapnya.

Produk hasil kayu olahan yang dibawa ke Paviliun Indonesia salah satunya adalah radio kayu tropis. Diproduksi dari pohon yang bertumbuh di Indonesia, mulai dari pinus, mahoni, hingga sonokeling, ketiga pohon tersebut dapat menghasilkan resonansi suara yang sangat baik. Dengan desain yang antik, radio buatan Temanggung, Jawa Tengah ini telah menembus pasar global hingga mendapat berbagai penghargaan internasional.

Di sisi lain, ada juga tanaman purun yang dapat mengatasi permasalahan sampah plastik yang menjadi masalah di seluruh dunia. Salah satu UMKM di Bangka Belitung menggunakan tanaman purun danau sebagai alternatif produk pengganti sedotan plastik. Sedotan purun danau merupakan sedotan sekali pakai yang tidak bisa dicuci seperti sedotan dari bambu. Meskipun sekali pakai, sedotan ini tidak akan mencemari lingkungan, karena dapat hancur dan terurai dengan sendirinya, bahkan hanya cukup memakan waktu satu minggu untuk terurai dengan tanah.

Sedangkan produk masyarakat sekitar hutan yang juga tampil adalah kacang kenari dari Pulau Makian, Maluku Utara. Produk HHBK ini diprediksi berkontribusi besar bagi perekonomian negara di sektor kehutanan. Memiliki kemiripan dengan kacang almond yang harganya cenderung mahal. Indonesia dengan bangga memiliki produk lokal yang telah menembus Pasar Global melalui komoditas kacang kenari Makian.

Komoditas kopi juga turut andil dalam rolling exhibition, contohnya kopi Liberika yang ditanam di lahan gambut. Jenis kopi ini memberikan cita rasa yang unik, di mana aromanya seperti aroma buah nangka dengan rasa asamnya yang kuat. Adapula jenis kopi organik lainnya merupakan produk masyarakat sekitar hutan.

Sampai April 2021, kinerja ekspor industri hasil hutan naik 21,6 persen menjadi US$4 ,42 miliar atau Rp 63,14 triliun. HHBK menjadi arus utama pemanfaatan hutan di Indonesia sekaligus mendorong peningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik. Hal tersebut dicapai melalui perkenalan potensi hasil hutan Indonesia yang dikemas lewat forum bisnis hingga rolling exhibition produk UMKM yang siap ekspor.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here