Jakarta, Petrominer — Indonesia diprediksi bakal menjadi produsen listrik panasbumi terbesar dalam lima tahun mendatang. Posisi ini menggeser Filipina dan bahkan Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai penghasil tenaga listrik dari panasbumi terbesar di dunia.

Prediksi tersebut berdasarkan road map pengembangan panasbumi sampai tahun 2025 yang telah disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Kementerian ESDM memasang target pembangungan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) dengan kapasitas total 7.241,5 megawatt (MW).

Dengan PLTP berkapasitas sebesar itu, Indonesia akan mengalahkan produsen tenaga listrik panasbumi terbesar dunia, Filipina (1.870 MW) dan Amerika Serikat (3.450 MW). Tentunya jika kedua negara tersebut tidak melakukan penambahan kapasitas PLTP-nya.

“Di tahun 2018, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia bisa menyalip Filipina. Dan di tahun 2021, Indonesia bisa menyusul Amerika Serikat,” ujar Direktur Panasbumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak, Jum’at (7/7).

Menurut Yunus Saefulhak, itu bisa terjadi karena pesatnya pertumbuhan PLTP yang beroperasi (Commercial Operating Date/COD) di Indonesia dalam 5-8 tahun ke depan. Hingga tahun 2021 mendatang, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia mencapai 3.559,5 MW atau meningkat signifikan 116,58 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2016 lalu yang sebesar 1.643,5 MW.

Selain karena pertumbuhan yang pesat di Indonesia, kapasitas PLTP di Filipina dan Amerika Serikat juga stagnan. Malahan, kapasitas PLTP Filipina diperkirakan mengalami penurunan dari kapasitas saat ini.

Direktur Panasbumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak. (Petrominer/Sony)

“Pertumbuhan kapasitas PLTP tertinggi akan terjadi tahun 2020, di mana akan mulai beroperasi pembangkit sebesar 866 MW,” paparnya.

PLTP yang beroperasi di tahun 2020 berasal dari kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) yang dilaksanakan tahun 2010 lalu, seperti PLTP Muara Laboh (Supreme Energy) di Sumatera Barat dan PLTP Sokoria (Bakrie Power) di Nusa Tenggara Timur.

Indnesia memiliki potensi panasbumi sebesar 29.544 MW. Meski begitu, pemanfaatan panasbumi hinga akhir tahun 2016 baru mencapai 5,61 persen, atau kapasitas terpasang 1.643,5 MW. Namun pengembangan panasbumi belakangan ini cukup agresif. Inilah yang membuat Pemerintah optimistis seluruh proyek PLTP bisa berjalan tepat waktu.

Di tahun 2017 ini saja, akan ada tambahan kapasitas listrik sebanyak 215 MW. Dengan rincian 110 MW dari PLTP Sarulla, 30 MW dari PLTP Karaha, 20 MW dari PLTP Sorik Marapi, dan 55 MW dari PLTP Ulubelu Unit 4. Dengan begitu, kapasitas PLTP di Indonesia bisa mencapai 1.858,5 MW hingga akhir tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here