Peta wilayah kerja migas yang dilelang tahun 2017.

Jakarta, Petrominer – Adanya pandemi Covid-19 global berdampak pada semua sektor, termasuk rencana Pemerintah menawarkan (lelang) Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas). Beberapa persiapan sebelum pengumuman lelang WK Migas terpaksa dijadwalkan ulang. Karena, hampir semua stakeholder melakukan aktifitas Work From Home (WFH) dan social distancing.

“Saat ini proses persiapan Penawaran WK Migas Konvensional Tahap I Tahun 2020 terus dilakukan. Pemerintah tengah mematangkan kebijakan yang terbaik sebagai upaya meningkatan minat BU/BUT dalam Penawaran WK Migas tersebut,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Rabu (8/4).

Menurut Agung, Pemerintah tengah menyiapkan Terms & Conditions yang menarik. Antara lain terkait firm commitment, besaran signature bonus, dan juga skema kontrak. Tidak hanya itu, Pemerintah juga sedang mengkaji stimulus untuk mendorong dan meningkatkan investasi hulu migas terutama pada kondisi wabah pandemi Covid-19 ini.

“Adapun untuk pelaksanaan lelangnya, akan dijadwalkan ulang, mengingat kebijakan penerapan social distancing dan masih banyak stakeholder yang WFH,” jelasnya.

Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Migas, Kementerian ESDM, mencatat terdapat 10 kandidat calon WK Migas Konvensional yang akan ditawarkan pada lelang WK Migas Konvensional Tahap I Tahun 2020.

Selain adanya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, tutur Agung, faktor penurunan harga minyak dunia juga menjadi pertimbangan Pemerintah dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengumumkan dimulainya Penawaran WK Migas Konvensional Tahap I Tahun 2020.

“Bisnis migas punya risiko tinggi sehingga perlu persiapan teknis dan finansial untuk meminimalisir resiko kegagalan ke depannya. Pemerintah tidak ingin kegiatan ekplorasi dan eksploitasi berhenti di tengah jalan sehingga malah mengganggu investasi di sektor hulu migas Indonesia,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here