Nusa Dua, Petrominer – Penyelenggaraan the 13th Indonesia HR Summit (IHRS) 2023 telah berakhir. Kegiatan ini hadir untuk memberikan inspirasi bagi para praktisi dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan mampu melaksanakan akselerasi transformasi bagi keberlanjutan bisnis.
Sekretaris SKK Migas, Shinta Damayanti, menyebutkan bahwa IHRS siap berperan dan menggerakkan momentum kebangkitan dari pandemi serta mendorong peran praktisi sumber daya manusia untuk mengubah krisis dan tantangan menjadi kesempatan pada kehidupan normal baru.
“Saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan tindakan, dan berubah dari sekedar bertahan menjadi berkembang. Ini juga momentum untuk berubah dan membuat aksi nyata berfokus pada hambatan, kendala, dan krisis yang dihadapi untuk mencapai tujuan organisasi,” ujar Shinta usai menutup IHRS 2023, Selasa (20/6).
Menurutnya, perubahan yang tidak terelakkan sudah sepatutnya dapat dijawab dengan implementasi dari inisiatif-inisiatif yang dibuat. Dengan begitu, semua bisa membuat langkah-langkah nyata tanpa kekhawatiran.
“Kita berada pada masa di mana komunikasi dan interaksi fisik maupun sosial mengalami perubahan radikal. Para pengelola sumber daya manusia dituntut untuk peka dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Perubahan yang tidak terelakkan sudah sepatutnya dapat dijawab dengan implementasi dari inisiatif-inisiatif yang dibuat, membuat langkah-langkah nyata tanpa kekhawatiran,” ungkap Shinta.
Konferensi tahunan mengenai sumber daya manusia ini terselenggara berkat kerja sama antara SKK Migas dan tiga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni PT Pertamina Eksplorasi Produksi (Pertamina EP), Saka Indonesia Pangkah Limited, Eni Muara Bakau B.V., serta didukung oleh PT Multi Taruna Sejati. Penyelenggaraan kali ini mengusung tema “Redefining Human Capital: Inspiring People to Take Action: Think B.I.G, Win B.I.G.”
IHRS 2023 diikuti 1.074 peserta. Mereka berkesempatan untuk belajar mengenai strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, pengembangan kepemimpinan, manajemen bakat, dan banyak lagi. IHRS juga memberikan ruang kolaborasi yang inklusif bagi inisiatif-inisiatif dan praktik terbaik pembangunan sumber daya manusia, bukan hanya di lingkup perusahaan dan industri, melainkan juga pada skala nasional.
Jumlah peserta ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 800 peserta dan dilaksanakan secara hybrid. Sementara tahun ini perhelatan IHRS 2023 digelar secara full offline seiring dengan kondisi yang semakin pulih dari pandemi.
“Mari kita menutup acara ini dengan optimisme bahwa kita mampu menghadapi perubahan yang ada dan melakukan penyesuaian dalam segala aspek demi keberlangsungan organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia. Kita mampu untuk membuat inovasi-inovasi dan mengimplementasikan inisiatif tersebut saat ini juga, sekarang juga. Think Big, Start Small, Act Now. Sampai jumpa lagi di IHRS tahun depan,” ucap Shinta.








Tinggalkan Balasan