Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2018-2020.

Jakarta, Petrominer – Berlanjutnya penyebaran virus corona (Covid-19) di China dan meluasnya penyebaran virus ini ke berbagai negara telah mengakibatkan kekhawatiran atas kondisi ekonomi global dan penurunan permintaan minyak mentah. Tentunya, kondisi ini menyebabkan harga mentah utama di pasar internasional kembali tertekan.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata minyak mentah Indonesia pada bulan Pebruari 2020 mencapai US$ 56,61 per barel, turun US$ 8,77 per barel dari US$ 65,38 per barel pada bulan sebelumnya.

Tim Harga Minyak Indonesia memaparkan, “Tren serupa juga dialami ICP SLC yang tercatat sebesar US$ 57,18 per barel, turun US$ 8,59 per barel dari US$ 65,77 per barel pada Januari 2020,” tulis Tim Harga Minyak Indonesia dalam laporannya yang diperoleh Petrominer, Minggu (15/3).

Selain penyebaran virus corona, penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada Pebruari 2020 juga disebabkan oleh sentimen negatif pasar atas ketidakpastian sikap Rusia terhadap rencana OPEC+ untuk melakukan tambahan pemotongan produksi minyak mentah sebesar 600.000 barel per hari.

Penyebab lainnya adalah International Energy Agency (IEA) dan OPEC melaporkan penurunan proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2020. IEA melaporkan proyeksi permintaan minyak mentah global di tahun 2020 turun 500.000 barel per hari menjadi 100,1 juta barel per hari. Sementara OPEC melaporkan proyeksi permintaan minyak mentah global di tahun 2020 turun 250.000 barel per hari menjadi 100,98 juta barel per hari.

“Energy Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS pada bulan Februari 2020 sebesar 8,3 juta barel menjadi sebesar 443,3 juta barel dibandingkan bulan Januari 2020,” papar Tim Harga Minyak Indonesia.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah utama juga dipengaruhi oleh penurunan permintaan produk minyak mentah di China. Penurunan ini sebagai dampak dari penyebaran virus Covid-19 yang mengakibatkan tidak beroperasinya transportasi umum dan rendahnya aktivitas ekonomi di negara tersebut.

“Selain itu, pernunan harga di Asia juga disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi India,” tulis Tim Harga.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2018-2020.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Pebruari 2020 dibandingkan Januari 2020, sebagai berikut:

  • Dated Brent turun US$ 8,06 per barel menjadi US$ 55,44 per barel.
  • WTI (Nymex) turun US$ 6,99 per barel menjadi US$ 50,54 per barel.
  • Basket OPEC turun US$ 9,33 per barel menjadi US$ 55,77 per barel.
  • Brent (ICE) turun US$ 8,19 per barel menjadi US$ 55,48 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here