, ,

ICP Januari Naik ke US$ 85,89 per Barel

Posted by

Jakarta, Petrominer – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) mengalami kenaikan. Tren kenaikan ini sejalan dengan harga rata-rata minyak di pasar internasional.

Berdasarkan perhitungan Formula ICP, rata-rata ICP bulan Januari 2022 sebesar US$ 85,89 per barel, naik US$ 12,53 per barel dari US$ 73,36 per barel pada bulan Desember 2021. ICP SLC juga mengalami kenaikan sebesar US$ 12,84 per bulan, dari US$ 73,03 per barel menjadi US$ 85,87 per barel.

“Penetapan harga ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No 11.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Januari 2022 yang diteken 2 Februari 2022,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Senin (7/2).

Menurut Agung, kenaikan ICP Januari dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di sejumlah negara sehingga turut mengerek harga minyak mentah di pasar internasional. Saat ini sejumlah negara tengah mengalami gesekan politik, seperti yang terjadi antara Ukraina-Rusia.

Selain itu, Kazakhstan sebagai salah satu negara OPEC+ dengan produksi 1,6 juta barel per hari, mengalami kendala logistik yang berpotensi menyebabkan penurunan produksi pasca demonstrasi yang dipicu kenaikan harga bahan bakar. Sementara Uni Emirat Arab (UEA) selaku negara produsen minyak OPEC tertinggi ketiga, mengalami serangan drone dan misil yang mematikan dari pemberontak Yemeni Houthi di depot bahan bakar Mussafah, ADNOC dan bandara internasional UEA.

Adapula Libya yang hanya memproduksikan minyak mentah pada kisaran 700 ribu barel per hari dari potensi produksi kurang lebih 1,2 juta barel per hari.

“Libya mengalami penurunan produksi minyak terendah dalam 14 bulan terakhir akibat blokade di lapangan minyak utama area barat dan disertai perbaikan pipa yang menghubungkan Lapangan Samrah dan Dahra ke terminal Es Sider (kapasitas 350 ribu barel per hari),” ungkap Agung mengutip Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia.

Terkait permintaan minyak dunia, berdasarkan Laporan IEA (International Energy Agency) bulan Januari 2022, terdapat peningkatan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada tahun 2021 dan 2022 sebesar 200 ribu barel per hari, menjadi 5,5 juta barel per hari pada 2021 dan 3,3 juta barel per hari pada 2022 yang dipicu oleh relaksasi pembatasan Covid-19.

Berdasarkan IEA, produksi minyak OPEC+ pada Desember 2021 lebih rendah 790 ribu barel per hari dari yang dijanjikan. Sementara, laporan Mingguan EIA (U.S. Energy Information Administration), terdapat penurunan stok Amerika Serikat pada akhir Januari 2022 dibandingkan akhir bulan sebelumnya, yaitu stok minyak mentah turun 1,7 juta barel menjadi 416,2 juta barel dan stok distillate turun 1,7 juta barel menjadi 125,2 juta barel.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh berdasarkan survei RIM, Crude Troughput Singapura pada akhir Januari 2022 mengalami peningkatan 1,4 persen dibandingkan akhir Desember 2021 menjadi 1,17 juta barel per hari atau 83,5 persen dari kapasitas nasional sebesar 1,39 juta barel per hari.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Januari 2022 sebagai berikut:

  • Dated Brent naik US$ 13,12 per barel dari US$ 74,10 per barel menjadi US$ 87,22 per barel.
  • WTI (Nymex) naik US$ 11,29 per barel dari US$ 71,69 per barel menjadi US$ 82,98 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 10,77 per barel dari US$ 74,80 per barel menjadi US$ 85,57 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 11,63 per barel dari US$ 73,49 per barel menjadi US$ 85,13 per barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *