, ,

ICDX Mulai Kampanye Bursa Masa Kini

Posted by

Jakarta, Petrominer – Perdagangan Berjangka Komoditi ditargetkan mencapai total transaksi Rp 200 triliun sampai akhir tahun 2022 ini. Hal ini ditunjang dari sejumlah persetujuan kontrak baik yang ada di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) maupun dari Jakarta Futures Exchange (JFX).

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Tirta Karma Senjaya, menyebutkan bahwa target tersebut ditetapkan menyusul kenaikan total volume transaksi perdagangan berjangka komoditi tahun 2021 lalu. Total volume transaksi mencapai 14,5 juta lot, atau naik 10,3 persen dari tahun sebelum 2020 yang sebanyak 13,2 juta lot.

“Melihat potensi yang besar tersebut, dirasakan perlu adanya edukasi dan literasi, sehingga Bappebti mendukung inisiasi ICDX dalam memulai kampanye untuk memberikan pemahaman kepada publik mengenai Bursa Komoditi dan industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) serta manfaatnya secara luas,” ujar Tirta dalam peluncuran kampanye “Bursa Masa Kini,” yang diselenggarakan secara daring, Rabu (23/2).

Menurutnya, kampanye ini juga sejalan dengan upaya menjadikan bursa berjangka komoditi di dalam negeri dapat berjalan secara adil, terorganisir, dan transparan. Apalagi, melihat potensi perdagangan berjangka di Indonesia yang cukup besar, maka dirasa perlu melakukan berbagai edukasi dan literasi yang disesuaikan dengan pertumbuhan transaksi di bidang perdagangan berjangka.

Dalam kesempatan tersebut, CEO ICDX, Lamon Rutten, menjelaskan bahwa kKampanye Bursa Masa Kini menjadi komitmen ICDX untuk mendorong pertumbuhan PBK di Indonesia. Tentunya, dengan meningkatkan awareness masyarakat melalui berbagai program literasi dan edukasi.

“Kami mengajak pihak terkait mulai dari regulator, asosiasi, pialang maupun pedagang berkolaborasi dalam kampanye Bursa Masa Kini. Dengan demikian diharapkan semakin banyak masyarakat yang paham dan merasa aman bertransaksi di PBK, sehingga akan makin mendorong pertumbuhan transaksi PBK serta pergerakan ekonomi negara,” ujar Lamon.

Trading Class

Hal senada juga disampaikan oleh Head of Learning Center ICDX, Anang E. Wicaksono. Malahan, dia menegaskan bahwa ICDX sudah menjalankan program edukasi dan literasi kepada masyarakat, di mana selama tiga tahun terakhir melakukan trading class.

Trading class merupakan upaya pembekalan terhadap calon nasabah yang ingin bertransaksi produk bursa bekerjasama dengan pialang anggota bursa. Intinya bahwa masyarakat harus tahu, industri perdagangan berjangka ini semuanya dibatasi dengan yang dinamakan perizinan, sehingga publik perlu tahu segala bentuk akses layanan terkait perdagangan berjangka itu harus dilengkapi dengan yang memiliki “izin.”

Program lainnya yang juga dekat dengan kalangan milenial, yaitu adanya komunitas Young Traders Community, yang menggelar seminar pengenalan di kampus perguruan tinggi. Selain itu, juga ada Commodity and Derivatives Interest Group yang bertujuan melakukan pendampingan dari sisi materi maupun sebagai sarana sosialisasi.

Selain Bursa Komoditi, perangkat PBK lainnya adalah Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia atau ASPEBTINDO. Ini berperan memberikan edukasi dan memodernisasi industri PBK, agar dapat membantu masyarakat terhindar dari segala bentuk praktik trading ilegal yang dapat merugikan nasabah maupun industri PBK.

Selaras dengan tujuan kampanye Bursa Masa Kini, program edukasi yang diberikan ASPEBTINDO ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian PBK kepada calon Wakil Pialang Berjangka sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan nasabah.

Untuk melindungi nasabah, industri PBK juga dilengkapi dengan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI). ICDX akan menghadirkan inovasi dan membesarkan pasar agar Indonesia dapat bersaing di masa depan dan berdaulat atas komoditas utamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *