Jakarta, Petrominer – Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) akan memberikan sejumlah penghargaan kepada perusahaan industri kebumian yang dianggap konsisten melakukan kegiatan eksplorasi, meski di situasi sulit seperti saat ini. Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam acara IAGI Exploration Award 2020 pada 29 September 2020 nanti.

Ketua Umum IAGI, Sukmandaru Prihatmoko, menjelaskan bahwa selain apresiasi kepada pelaku eksplorasi, tujuan jangka panjang IAGI melalui Exploration Award 2020 adalah untuk memicu agar kegiatan eksplorasi di Indonesia dapat terus berkembang. Hal ini seiring dengan pertumbuhan industri sumber daya kebumian dalam negeri untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai asosiasi profesi ilmu kebumian, IAGI menilai turunnya investasi dan kegiatan eksplorasi sebagai masalah serius dan memprihatinkan yang apabila tidak segera diatasi akan memunculkan masalah yang lebih jauh pada ketahanan industri dan ketahanan energi,” ujar Sukmandaru, Jum’at (25/9).

Pada acara IAGI Exploration Award 2020, IAGI akan memberikan berbagai jenis penghargaan terkait dengan eksplorasi, yaitu Best Exploration Investment (Largest Expenditure & Exploration Commitment), Best Discovery, Best Innovation and Technology, Best People Development dan Best Service Company.

“Pemberian award tersebut rencananya akan disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dan jajaran Eselon 1 terkait,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sukmandaru menegaskan bahwa tidak sebatas dan terhenti pada pemberian Award, IAGI secara aktif juga memberikan masukkan ke Pemerintah dan industri agar kegiatan eksplorasi sumber daya kebumian dapat terus meningkat. Pasalnya, aktifitas eksplorasi sumber daya kebumian Indonesia menurun sejak lebih dari sepuluh tahun terakhir, khususnya green field exploration.

“Saat ini, nilai investasi development exploration (eksplorasi pengembangan) relatif lebih besar dibandingkan green field exploration, baik di bidang mineral, batubara, migas maupun panasbumi. Kalau kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik, dengan menipisnya sumber daya dan cadangan mineral, batubara dan migas yang ada, maka sumber daya kebumian tidak akan mampu mendukung industri dan ketahanan energi ke depannya,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here