, , ,

Hulu Migas, Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Posted by

Jakarta, Petrominer – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) terbukti tetap menjadi tulang punggung strategis bagi perekonomian Indonesia. Tidak hanya menyumbang pendapatan negara secara makro, aktivitas operasional di sektor ini telah menciptakan efek domino atau multiplier effect yang signifikan bagi pembangunan di daerah.

“Sering muncul persepsi bahwa industri migas tidak bermanfaat langsung bagi warga sekitar. Padahal, jika dilihat secara komprehensif, dampaknya sangat besar dan berlapis,” ujar Rinto dalam acara Media Education Indonesia Petroleum Association (IPA), Rabu (1/4).

Dia memaparkan, aktivitas hulu migas ikut memicu perputaran ekonomi lokal melalui berbagai lini yang menyentuh masyarakat bawah. Mulai dari mendorong penggunaan jasa dan barang dari pelaku usaha lokal, menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitar, hingga pasokan gas bumi dari hulu migas untuk bahan bakar utama pembangkit listrik dan industri turunan (seperti pabrik pupuk) yang menjaga keberlangsungan ekonomi wilayah.

PBB Migas

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kontribusi nyata industri migas ke daerah bisa dilihat dari berbagai komponen utama. Seperti Dana Bagi Hasil (DBH), penerimaan pajak (PBB Migas), serta kontribusi melalui Participating Interest (PI) sebesar 10 persen yang melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Sebagai contoh, pada tahun 2023, Provinsi Riau mengantongi DBH Migas hingga Rp 3,6 triliun dan PBB migas sebesar Rp 3,9 triliun,” papar Rinto.

Dia menyoroti kontribusi sektor hulu migas terhadap penerimaan negara berupa pajak bumi dan bangunan (PBB). Berdasarkan data, PBB nasional mencapai Rp 24,01 triliun pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, PBB Migas mencapai Rp 13,711 triliun atau melebihi 50 persen dari pendapatan PBB nasional.

“Besarnya penerimaan tidak berdampak langsung pada kesejahteraan jika pemerintah daerah tidak tepat membelanjakan dana tersebut untuk pembangunan produktif. Jika dikelola dengan benar, ini adalah motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Rinto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *