, , ,

Hubungkan Equipment, Data, dan Teknologi untuk Mendorong Transformasi Industri

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – Dalam industri yang mengandalkan ratusan peralatan, teknologi, dan operasi yang berjalan hampir tanpa henti, sebuah keputusan kecil dapat berdampak besar pada keberlanjutan. Kapan sebuah mesin perlu diperiksa? Equipment mana yang mulai menunjukkan penurunan performa? Mana yang berpotensi menggagalkan operasi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat teknologi di industri tidak lagi hanya berbicara mengenai mesin yang lebih besar, lebih cepat, atau lebih kuat. Perkembangannya mulai bergerak ke arah yang berbeda: bagaimana otomatisasi data dapat membantu manusia mengambil keputusan dengan lebih cepat dan terukur.

Perubahan cara berpikir tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam PERTAABI Summit dengan mengusung tema “From Corrective to Prescriptive: Driving Reliable Mining Operations through Digital Transformation of Heavy Equipment Maintenance.” Forum seminar ini digelar pada hari ketiga IEE Series – Engineering Week 2026 di JIExpo Kemayoran, Jum’at (11/9).

Senior Business Development Manager Hexagon, Mufrod Feriyanto.

Dalam kesempatan itu, Senior Business Development Manager Hexagon, Mufrod Feriyanto, menjelaskan tentang bagaimana digitalisasi mulai mengubah cara industri menjaga keandalan dan melakukan pemeliharaan peralatan.

Data Mulai Mengubah Maintenance

Penjelasan dari narasumber ini menunjukkan bahwa perubahan dalam maintenance tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga bagaimana data membantu perusahaan memahami kondisi equipment dengan lebih baik. Dengan informasi yang lebih aktual, perusahaan dapat menentukan kapan dan di mana maintenance diperlukan sebelum gangguan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Cara kerja berbasis data ini kemudian dapat diterapkan lebih luas dalam operasi tambang, mulai dari melihat penggunaan equipment, memantau produktivitas, hingga mengoptimalkan penggunaan bahan bakar. Dengan begitu, data tidak hanya membantu mengetahui apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan langkah yang lebih tepat dalam menjalankan operasi.

Untuk mengetahui kenyataan di lapangan, bisa dilihat hanya beberapa langkah dari panggung PERTAABI Summit.

Di area outdoor IEE Series – Engineering Week 2026, sejumlah perusahaan mulai memperlihatkan bahwa sebuah alat berat kini dapat menjadi lebih dari sekadar mesin yang menjalankan pekerjaan, tetapi juga bisa memberikan masukan berupa berbagai data terkait kondisi dan performa yang kemudian digunakan untuk membantu pengelolaan operasi. Inovasinya hadir melalui perkembangan telematika, sistem monitoring, dan pengolahan data operasional.

Salah satu contoh hadir di area Shandong Heavy Industry Indonesia (SDHI). Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial pada equipment mulai membuka cara baru dalam mengelola operasi, terutama ketika perusahaan perlu memantau unit yang bekerja di wilayah terpencil atau dalam kondisi yang memiliki risiko keselamatan lebih tinggi. Integrasi ini memungkinkan untuk meminimalkan ketergantungan pada kehadiran operator di lokasi. Bukan lagi berkaitan dengan bagaimana sebuah unit dapat bekerja, tetapi perkembangan ini memberi nilai lebih bagi pertumbuhan industri.

Perspektif ini menunjukkan bahwa tantangan industri tidak selalu terletak pada kemampuan sebuah mesin untuk bekerja, tetapi pada kemampuan perusahaan untuk memastikan seluruh equipment bekerja pada kondisi yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan penggunaan sumber daya yang optimal. Dengan demikian, teknologi menjadi bagian dari upaya mengelola operasi secara lebih presisi–menjaga produktivitas, mengurangi potensi pemborosan, sekaligus mendukung keselamatan di lapangan. Dalam konteks tersebut, teknologi menjadi lapisan penghubung antara peralatan operasional (mesin) dan pengambilan keputusan operasional (manusia).

Dari Mesin ke Dasbor

Hal serupa mulai terlihat di berbagai booth indoor Engineering Week. Hadir tidak hanya produsen alat berat yang membawa teknologi digital, tetapi juga perusahaan yang menyediakan sistem untuk memonitor, mengintegrasikan, dan mengelola aktivitas operasional. Berbagai jenis dasbor yang menampilkan konektivitas, otomasi, hingga sistem manajemen operasional memperlihatkan satu perubahan mendasar: data semakin menjadi kata kunci dalam pengelolaan infrastruktur industri.

Industri pertambangan memang sudah bergerak untuk mendigitalisasi manajemen operasionalnya. Namun, pada kenyataannya, banyaknya data dan puluhan sensor yang butuh dasbor sendiri sering kali mempersulit alur kerja.

Oleh karena itu, produk Minexus dari Virtu hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan seluruh sistem operasional (FMS telemetry, weather data, drone inspection, CCTV monitoring, dan operator mobile reports) ke dalam satu tampilan dasbor terpusat.

Inovasi digitalisasi industri juga terlihat dari solusi yang dikembangkan oleh IoT Kreasi Indonesia, yang memanfaatkan sensor dan pemantauan digital untuk mendeteksi potensi kerusakan bangunan maupun persoalan operasional sejak dini. Data dari sensor dapat dipantau melalui dasbor, sehingga kondisi di lapangan dapat diketahui sebelumnya. Memberi nilai tambah bagi industri dalam mengantisipasi risiko, mencegah gangguan yang lebih besar, dan menjaga keberlangsungan operasi.

Bagi berbagai industri, manfaatnya bukan semata-mata soal memiliki teknologi yang lebih modern. Data yang dapat diakses secara lebih cepat dapat membantu perusahaan menentukan prioritas, mengidentifikasi potensi, mengoptimalkan pemanfaatan equipment, hingga mengevaluasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *