Jakarta, Petrominer – Para pemegang saham PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk secara resmi telah memberi restu terkait pengalihan saham milik Pemerintah ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero). Dengan begitu, holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang dengan Inalum sebagai induk perusahaan resmi dibentuk.

Restu dari para pemegang saham itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga BUMN tambang itu dengan agenda utama perubahan Anggaran Dasar Perseroan. RUPSLB digelar secara simultan, Rabu (29/11).

Menurut Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, RUPSLB tersebut digelar terkait perubahan status anggota holding dari persero menjadi non-persero. Langkah ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham lnalum.

Selaku induk usaha (holding) BUMN tambang, ujar Budi, pihaknya akan menerapkan kebijakan rasio dividen ketiga perusahaan tambang itu pada kisaran 35 persen-40 persen. Ini sejalan dengan kebutuhan ekspansi dari ketiga perusahaan tambang dan holding BUMN tambang, serta menjaga appetite (selera) pemegang saham.

“Walaupun Inalum ada bisnis sendiri, yaitu sekitar seperempat atau seperlima (holding), tentu lebih banyak income (pendapatan) dari expenses (pengeluaran),” jelasnya.

Dalam RUPSLB, para pemegang saham juga menyetujui pengalihan saham milik Pemerintah ke Inalum. Dengan demikian, Inalum akan mengkonsolidasi empat perusahaan, sehingga aset Inalum berdasarkan tahun 2016 meningkat dari Rp 21 triliun menjadi Rp 88 triliun.

Menurut Budi, holding BUMN akan mendorong efisiensi dalam biaya investasi maupun operasional dan memberikan kemudahan dalam ekspansi bisnis ketiganya.

Selain memiliki aset Rp 88 triliun, holding BUMN tambang diperkirakan juga akan memiliki modal sekitar Rp 64 trilun. Dengan modal tersebut, holding BUMN tambang diperkirakan dapat melakukan leveraging atau mengajukan pinjaman hingga Rp 192 triliun.

Kondisi keuangan tersebut diperkirakan bakal mumpuni guna mengambil alih sisa saham yang akan didivestasi PT Freeport Indonesia yang menjadi salah satu tujuan holding tersebut dibentuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here