Jakarta, Petrominer – Holding Industri Pertambangan secara resmi meluncurkan identitas baru. Holding ini menaungi lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang di Indonesia, yakni PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk.

Identitas baru tersebut juga merupakan hadiah persembahan untuk Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Holding BUMN tambang kini bertransformasi menjadi MIND ID, yang merupakan akronim dari Mining Industry Indonesia.

“MIND ID merupakan hadiah yang diberikan kepada Indonesia yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan ke-74,” ujar Direktur Utama MIND ID, Budi Gunadi Sadikin, saat meluncurkan logo baru tersebut, Sabtu (17/8).

Peluncuran logo baru tersebut juga ditandai dengan topping off kantor pusat INALUM di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Dilandasi semangat baru, MIND ID merupakan bentuk sinergi lima perusahaan tambang terbesar Indonesia yang akan mengeksplorasi dan mengelola potensi sumber daya mineral yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

“Ini bukan hanya sekedar simbol baru, tapi ini merupakan semangat dan sinergi baru dari lima perusahaan tambang terbesar di Indonesia milik negara, yang Insya Allah bisa memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi bangsa dan negara. Hasil tambangnya tidak langsung dijual, tetapi diproses agar nilainya semakin tinggi dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” jelas Budi.

Identitas dan logo MIND ID memiliki filosofi arti kekayaan mineral Indonesia yang diwakili oleh bentuk lingkaran solid pada sisi kiri, dan pada sisi kanan adalah sinergi dari semua anggota holding pertambangan untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Identitas baru MIND ID sekaligus memperjelas fungsi INALUM sebagai Holding Industri Pertambangan dan INALUM sebagai pelaksana operasional peleburan aluminium. Tidak ada perubahan terhadap struktur badan hukum dan operasional dari INALUM terkait dengan logo dan nama baru ini. Seperti diketahui, INALUM memang ditunjuk menjadi Holding BUMN industri pertambangan pada 2017.

Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 di mana INALUM menjadi Induk Usaha Holding dan PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding. INALUM memegang 65 persen saham PT Aneka Tambang Tbk., 65,02 persen saham PT Bukit Asam Tbk., 65 persen saham, PT Timah Tbk., dan 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sampai dengan Desember 2018, Holding Industri Pertambangan membukukan Pendapatan Konsolidasi sebesar Rp 65,2 triliun, tumbuh 38 persen dari tahun sebelumnya. EBITDA Konsolidasi mencapai Rp 18,5 triliun, tumbuh 50 persen dari tahun sebelumnya. Laba Bersih Konsolidasi mencapai Rp 10,5 triliun tumbuh 54 persen dari tahun 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here