Hitachi ABB Power Grids berevolusi menjadi Hitachi Energi mulai Oktober 2021. Perubahan ini bertepatan dengan ulang tahun pertama usaha patungan tersebut sejak mulai beroperasi 1 Juli 2020 lalu. Hitachi Ltd. memiliki 80,1 persen saham di usaha patungan tersebut, dan ABB Ltd. memiliki sisanya.

Jakarta, Petrominer – Tepat setahun sejak melakukan merger, Hitachi ABB Power Grids mengumumkan perubahannya menjadi Hitachi Energy, yang efektif berlaku mulai Oktober 2021. Secara resmi telah terdaftar sebagai Hitachi Energy Ltd. pada tanggal 30 Juni 2021 dan sedang menjalani proses resmi untuk perubahan nama entitas di setiap negara di mana Hitachi beroperasi.

Bersamaan dengan itu, merek perusahaan juga akan berubah menjadi merek Hitachi dan digunakan untuk komunikasi eksternal dan internal. Hitachi Ltd. memiliki saham 80,1 persen dalam perusahaan patungan tersebut dan selebihnya dimiliki oleh ABB Ltd.

Executive Chairman & CEO Hitachi, Toshiaki Higashihara, menjelaskan bahwa keputusan perubahan nama ini telah mendapatkan izin dari dewan direksi dan pemegang saham. Perubahan ini juga bertepatan dengan hari jadi pertama bisnis ini sejak mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli 2020 lalu.

Berkantor pusat di Zurich, Swiss, perusahaan ini berupaya menciptakan nilai lebih bagi pelanggan yang sudah ada, sambil tumbuh melampaui jaringan untuk membuka peluang baru di area yang sedang berkembang. Pemimpin pasar dan teknologi global ini juga warisan yang kaya akan terobosan inovatif, yang telah membantu meningkatkan akses listrik yang aman, terjamin, dan handal selama lebih dari satu abad.

“Bisnis ini berperan penting dalam mewujudkan sistem energi global yang lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih ramah lingkungan,” ungkap Higashihara dalam siaran pers yang diterima PETROMINE, Jum’at (2/7).

Hasilnya mulai dari berbagai inovasi baru seperti teknologi HVDC1 komersial jarak jauh. Teknologi ini memungkinkan negara-negara mentransmisikan daya dalam jumlah besar dengan penurunan minimum dalam jarak ribuan kilometer sekaligus mengurangi jejak karbon. Bisnis ini juga menyediakan jaringan listrik mikro (microgrid) dan solusi penyimpanan energi yang dipadukan dengan sistem kontrol cerdas yang canggih untuk memastikan ketersediaan daya terdistribusi yang handal.

Seiring perubahan iklim dan bencana alam yang terus meningkat, muncul kebutuhan untuk mengatasi tiga masalah sosial di dunia, yakni lingkungan, ketahanan, serta keamanan dan keselamatan. Saat ini, penanggulangan perubahan iklim merupakan hal yang sangat penting dan menjadi salah satu tantangan paling mendesak yang harus dihadapi.

“Hitachi ABB Power Grids menyediakan beragam solusi yang mampu mengatasi masalah sosial ini, dan dengan mengubah nama perusahaan menjadi Hitachi Energy, kita semakin memperkuat komitmen untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan. Hitachi dan Hitachi Energy akan berkontribusi dalam mengatasi masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mewujudkan inovasi sosial dalam bidang energi bersama pelanggan dan mitra,” jelas Higashihara.

Sementara itu, President & COO Hitachi, Keiji Kojima, mengatakan demi mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital harus ada di semua bidang. Dalam bidang energi, jaringan listrik diperkirakan akan menjadi pusat inovasi karena hubungannya yang erat dengan teknologi digital.

“Saya yakin bahwa Hitachi Energy akan menjadi yang terdepan dalam inovasi ini. Hitachi akan memadukan teknologi digital seperti Lumada dengan teknologi energi yang canggih dari Hitachi Energy untuk menyediakan solusi energi yang inovatif guna menciptakan nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi,” ujar Kojima.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO Hitachi ABB Power Grids, Claudio Facchin. Malahan, dia menegaskan bahwa ranah energi terus berkembang, begitu pula dengan bisnisnya.

“Dengan nama baru ini, ‘Hitachi Energy’ memperluas komitmen untuk menciptakan nilai lebih lanjut bagi pelanggan, karyawan, dan masyarakat. Setahun belakangan merupakan waktu yang berat bagi semua orang, tetapi kami menatap ke depan dengan optimis,” ujar Facchin.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku sangat bangga dengan para personel yang tersebar di 90 negara, dan dengan semangat, ketulusan, serta budaya keberagaman dan inklusi terus melangkah maju mendukung kebaikan demi masa depan energi yang berkelanjutan. Tentunya, semua itu dilakukan dengan teknologi inovatif dan digital, sebagai mitra pilihan dalam menciptakan sistem energi yang lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih ramah lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here