PLTB biasanya berada di lokasi dengan geografis yang menantang, misalnya daerah perbukitan yang infrastrukturnya terbatas.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan bauran energi terbarukan di bidang pembangkit listriknya. Hingga tahun 2030 mendatang, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) sebesar 597 megawatt (MW).

Pengembangan pembangkit ramah lingkungan ini akan mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025. Langkah ini juga untuk pemenuhan Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia pada tahun 2030 dan Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Menurut Executive Vice President Perencanaan dan Enjiniring EBT PLN, Cita Dewi, dalam mengembangkan EBT, PLN akan menyesuaikan dengan kebutuhan sistem. Sementara target Commercial Operation Date (COD) pembangkit disesuaikan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021 – 2030.

“Energi angin memang menarik, karena potensinya besar. Sekarang bagaimana kita bisa melakukan pengembangan dengan baik, karena PLTB memerlukan data yang spesifik dalam pengembangannya,” ujar Cita, Rabu (27/7).

Cita menjelaskan, PLN sebagai offtaker, perlu mendapatkan data pengukuran angin yang akurat, sebelum melakukan pengembangan PLTB. Pasalnya, PLTB harus disiapkan lebih detail, dengan mengutamakan transparansi kajian pengembangan.

Selain soal kajian pengembangan, PLTB biasanya juga berada di lokasi dengan geografis yang menantang, misalnya daerah perbukitan yang infrastrukturnya terbatas. Ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi.

Karena itulah, menurutnya, pengembangan PLTB perlu dibarengi dengan integrasi pemerintah pusat dan daerah dalam hal penyiapan infrastruktur baru maupun peningkatan kualitas infrastruktur. Misalnya dermaga, jembatan dan jalan yang sangat diperlukan untuk mendukung akses logistik pada saat implementasi proyek.

Hingga tahun 2021, kapasitas terpasang PLTB di Indonesia mencapai 131 MW atau 0,1 persen dari bauran energi. Dalam RUPTL “hijau” 2021-2030, PLN berencana membangun PLTB sebesar 597 MW atau sekitar 2,8 persen porsi dari total proyek EBT.

Lebih lanjut, Cita mengatakan bahwa dalam mengembangkan PLTB, PLN juga melakukan perbandingan daya saing dengan penerapan di dunia yang semakin kompetitif. Ini dilakukan dalam rangka mendapatkan persaingan wajar dan sehat.

Terkini, PLN telah menyepakati kerja sama pengembangan PLTB Banten dengan Badan Pembangunan Prancis (AFD) yang merupakan salah satu pilot project pembangunan PLTB pertama di Pulau Jawa. Potensi angin yang bisa dikelola di wilayah ini mencapai 350 MW dengan rencana pembangunannya secara bertahap sesuai kebutuhan sistem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here