Makassar, Petrominer – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi mendorong pengembangan budidaya hidroponik secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum ibu di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Pertamina juga membantu pengembangan program bank sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, program budidaya hidroponik dan bank sampah mulai dijalankan sejak tahun 2017 dan berlanjut hingga saat ini. Pertamina menggandeng komunitas perempuan yang tergabung dalam Kelompok Bank Sampah Hoki, yang dinilai paling aktif dan peduli terhadap masalah lingkungan.

“Kita rangkul para aktivitis bank sampah yang merupakan kaum ibu untuk sama-sama menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, serta sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi keluarga. Karena, itu dua program ini dijalankan secara bersama-sama,” ujar Hatim, Sabtu (5/10).

Untuk pengembangan hidroponik, Pertamina memberikan bantuan green house, sistem hidroponik, dan pelatihan teknis. Masyarakat dilatih budidaya hidroponik tomat karena lebih mudah dalam hal penanaman serta bisa diolah menjadi berbagai produk olahan.

Sejak tahun 2018, paparnya, Pertamina melanjutkan memberikan bantuan untuk pengolahan hasil budidaya hidroponik agar memiliki nilai ekonomi tinggi. Bantuan yang diberikan berupa fasilitas dan peralatan pengolahan tomat hasil budidaya hidroponik, sehingga bisa diolah menjadi kerupuk tomat, brownis, dan saus tomat. Selain itu, tomat juga dijadikan bahan baku pemberian makanan tambahan bagi balita di posyandu dalam rangka memenuhi kebutuhan gizinya.

“Budidaya hidroponik bisa dikembangkan pada lahan yang terbatas, sehingga diharapkan bisa menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Hatim.

Untuk pengembangan bank sampah, Pertamina memfasilitasi kelompok Bank Sampah Hoki dengan bantuan berupa sekretariat pemilahan sampah, motor roda tiga, dan sistem pemilahan jenis sampah. Masyarakat pun menjadi terbiasa menjaga lingkungan dari sampah sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Masyarakat menjadi terlatih dalam memilah sampah organik dan anorganik, sampah yang memiliki nilai ekonomi dan sampah yang bisa didaur ulang atau reuse, reduse, dan recycle (3R).

“Masyarakat juga antusias dengan aktif menjadi nasabah bank sampah. Saat ini, Pertamina memfasilitasi pengelolaan sampah anorganik melalui kerjasama Bank Sampah dengan TBBM Makassar,” katanya.

Bantuan Berkelanjutan

Tahun 2019 ini, Pertamina melanjutkan bantuan tahap kedua untuk pengembangan budidaya hidroponik dan juga bank sampah. Pertamina mengucurkan dana CSR sebesar Rp 100 juta yang dijalankan pada triwulan keempat 2019.

Menurut Hatim, program budidaya hidroponik tahap kedua ini dimulai dengan pengadaan kelengkapan greenhouse, pengolahan sampah organik dan plastik, serta pembangunan gudang penampungan sampah. Hasil budidaya hidroponik tomat juga diharapkan bisa lebih meningkatkan gizi bagi 59 balita yang ada di Kelurahan Tamalabba, melalui pemberian makanan tambahan.

“Program ini menyasar kelompok masyarakat dari kalangan Ibu Rumah Tangga, untuk tahapan ini akan memberdayakan 25 orang,” jelasnya.

Selain itu, dengan pembangunan gudang penampungan sampah, diharapkan bisa memperluas cakupan program dengan melibatkan sekitar 210 nasabah bank sampah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here