Jakarta, Petrominer – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Mining Industri Indonesia (MIND ID), menyetujui pergantian tiga anggota direksi dan satu komisaris. RUPS Holding BUMN Pertambangan yang beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Inalum, PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia ini digelar, Jum’at (29/10).
RUPS memutuskan untuk mengangkat Hendri Prio Santoso sebagai CEO MIND ID, menggantikan Orias Petrus Moedak. Orias menjabat sebagai Direktur Utama MIND ID sejak 25 November 2019 lalu ketika menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang dilantik menjadi Wakil Menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo.
Hendi sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk. sejak 15 September 2017. Dia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) pada tahun 2008–2017.
Selain Hendi, dua direksi yang baru diangkat juga pernah duduk sebagai pejabat PGN.Mereka adalah Dilo Widagdo diangkat sebagai Direktur Pengembangan Usaha MIND ID dan Danny Praditya sebagai Direktur Operasi dan Portofolio MIND ID. Dilo pernah menjabat sebagai Direktur Komersial serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN. Sementara Danny menjabat sebagai Direktur Komersial PGN pada 2016–2019 sebelum pindah ke Medco Power Indonesia sebagai Chief Gas to Power & Operating Officer sejak Oktober 2019.
Berikut susunan baru komisaris dan direksi baru MIND ID:
Komisaris baru: Martuani Sormin
Direktur Utama: Hendi Prio Santoso
Direktur Pengembangan Usaha: Dilo Widagdo
Direktur Keuangan: Devi pradyna paramita
Direktur Operasi & Portofolio: Danny Praditya
Direktur Hubungan Kelembagaan: Dany Amrul Ichdan
Laba Bersih
Pergantian direksi ini terkesan mendadak dilakukan. Padahal, MIND ID di bawah kepemimpinan Orias baru saja mencatatkan kinerja keuangan positif hingga kuartal III-2021.
Dalam keterangan pers hari Kamis (28/10), MIND ID melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 9,8 triliun selama periode Januari-September 2021. Capaian ini naik sampai 799 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 di mana MIND ID mencatat rugi bersih Rp sebesar 1,4 triliun.
Laba ini diraih berkat BUMN tersebut membukukan total pendapatan sebesar Rp 63,8 triliun sampai Kuartal III-2021, naik 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tiga kontributor terbesar pendapatan berasal dari komoditas batubara, emas dan timah. MIND ID juga mencatat Net Profit Margin sebesar 15,4 persen, meningkat dibandingkan capaian setahun lalu yang hanya -3,0 persen.
Profitabilitas MIND ID ditunjukkan dengan capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 19,8 triliun selam sembilan bulan tahun 2021 ini. EBITDA Margin sebesar 31,0 persen, atau naik 179 persen dari capaian tahun lalu.
Pada Kuartal IV-2021, MIND ID menyatakan akan fokus untuk mendorong tingkat produksi dan penjualan, optimalisasi sinergi Grup, mencapai milestone proyek hilirisasi dan menjaga likuiditas.








Tinggalkan Balasan