Cadangan batubara terbesar Indonesia berada di wilayah Kalimantan, disusul Sumatera dan Sulawesi.

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batubara di bulan Januari 2020 sebesar US$ 65,93 per ton. Angka ini turun US$ 0,37 per ton dari Harga Batubara Acuan (HBA) Desember 2019 yang sebesar US$ 66,30 per ton.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, penurunan harga tersebut salah satunya dipicu oleh pengetatan impor batubara yang dilakukan China. Penetapan HBA bulan Januari 2020 dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 2 K/30 MEM/2020.

“Penyebab penurunan harga batubara pada Januari 2020 adalah pengetatan persyaratan impor batubara ke China serta kinerja impor batubara di negara-negara pengimpor, terutama di kawasan Asia seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan yang semakin menurun,” jelas Agung, Rabu (15/1).

HBA bulan Januari akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di bulan Januari 2020. Misalnya, harga Nikel turun menjadi US$ 13.875,68/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, US$ 16.107,27/dmt.

  1. Kobalt: US$ 34.772,73/dmt, turun dari US$ 35.500,00/dmt
  2. Timbal: US$ 1.913,64/dmt, turun dari US$ 2.145,20dmt
  3. Seng: US$ 2.284,09/dmt, turun dari US$ 2.515,34/dmt
  4. Aluminium: US$ 1.762,32/dmt, naik dari US$ 1.758,05/dmt
  5. Tembaga: US$ 5.959,75/dmt, naik dari US$ 5.851,98/dmt
  6. Emas sebagai mineral ikutan: US$ 1.466,68/ounce, turun dari US$ 1.484,03/ounce
  7. Perak sebagai mineral ikutan: US$ 16,94/ounce, turun dari US$ 17,49/ounce.
  8. Ingot timah Pb 300, Pb 200, Pb 100, Pb 050, 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
  9. Logam emas dan Logam perak sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan
  10. Mangan: US$ 3,36/dmt, turun dari US$ 3,72/dmt
  11. Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: US$ 1,28/dmt, naik dari US$ 1,19/dmt
  12. Bijih Krom: US$ 2,51/dmt, naik dari US$ 2,17/dmt
  13. Konsentrat Ilmenit: US$ 4,48/dmt, naik dari US$ 4,39/dmt
  14. Konsentrat Titanium: US$ 10,67/dmt, naik dari US$ 10,45/dmt

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here