Untuk kebutuhan rumah tangga normal, konsumsi gas bumi berkisar antara 4-5 meter kubik.

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyatakan bahwa harga gas bumi untuk rumah tangga yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan Pemerintah. Dengan begitu, harga jual gas tersebut dalam pemakaian normal tidak akan memberatkan masyarakat.

“PGN sebagai bagian dan kepanjangan tangan peran Pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat akan akses energi yang bersih, ramah lingkungan, praktis dan aman akan selalu mengikuti ketetapan dan regulasi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah melalui BPH Migas,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Kamis (12/9).

Menurut Rachmat, dalam melaksanakan operasional dan layanan kepada masyarakat, PGN selalu diawasi. Bahkan, dalam pelaksanaan good corporate governance, layanan PGN di lapangan dilakukan verifikasi secara independen dan transparan,

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa dalam menjalankan perannya sebagai Sub Holding Gas, PGN sangat mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan target pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga hingga 4,7 juta sambungan rumah tangga pada tahun 2025 mendatang. Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah melalui dana APBN dan PGN melalui program internal terus berupaya untuk menyediakan energi kompetitif dan bebas subsidi untuk mendukung program penyediaan gas domestik yang terjangkau bagi masyarakat.

“Komitmen bersama ini diwujudkan dan sudah dinikmati lebih dari 325 ribu sambungan jargas untuk rumah tangga di 40 kota/kabupaten,” tegas Rachmat.

Di tahun 2019, Pemerintah melalui dana APBN telah menugaskan PGN untuk membangun 78.216 SR di 18 kota/kabupaten. Semakin masifnya pembangunan infrastruktur gas bumi ke masyarakat dan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari ini diharapkan akan semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat khususnya kemudahan akses, tingkat keamanan, ramah lingkungan dan biaya yang lebih kompetitif.

“Dan yang tak kalah adalah masyarakat bisa membantu pemerintah dalam mengkonsumsi energi bebas subsidi untuk ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Rachmat menyampaikan bahwa sesuai dengan regulasi, harga gas bumi untuk rumah tangga ditetapkan oleh BPH Migas sebesar Rp 4.250 per m3 untuk Rumah Tangga (RT)-1 yang meliputi rumah susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana sekali dan sejenisnya. Sedangkan untuk RT-2, yang meliputi konsumen menengah, menengah ke atas, rumah mewah, apartemen, dan sejenisnya, dipatok sebesar Rp 6.000 per m3.

“Untuk kebutuhan rumah tangga normal, konsumsi gas bumi berkisar antara 4-5 meter kubik, sehingga harga jual yang sudah ditetapkan tersebut dalam pemakaian normal tidak akan memberatkan masyarakat,” ucap Rachmat.

Program Cicilan

Terkait dengan keluhan harga gas bumi di Mojokerto, Jawa Timur, dia menjelaskan bahwa keluhan tersebut terkait erat dengan jeda waktu antara proses percepatan pengaliran manfaat gas bumi ke masyarakat dan proses penetapan harga gas yang membutuhkan waktu penetapan oleh BPH Migas.

Akibatnya, biaya pemakaian gas bumi yang timbul selama bulan-bulan awal pemakaian sebelum penetapan harga menjadi biaya yang terakumulasi. Pasalnya, PGN menunggu nilai harga penetapan oleh BPH Migas.

Sejak awal pemakaian gas bumi oleh masyarakat sudah terdapat biaya-biaya yang harus dikeluarkan, seperti biaya pembelian gas kepada pemasok gas maupun biaya operasi dan pemeliharaan untuk menjaga kehandalan jaringan, serta kegiatan pengelolaan pelanggan.

Namun untuk menghindari beban tagihan yang besar karena terakumulasi tersebut, PGN telah menyediakan program cicilan selama 6–12 bulan. Sementara pada waktu bersamaan, juga dengan tetap, membayarkan tagihan bulan berjalan.

“Program cicilan ini PGN lakukan sebagai komitmen layanan kepada pelanggan agar selain merasakan manfaat berupa kenyamanan, kemudahan dan keamanan menggunakan gas bumi, masyarakat juga tidak terbebani dengan jumlah tagihan di awal pemakaian saat penetapan harga belum dilakukan. Setelah program cicilan selesai, maka tagihan akan berjalan normal kembali dan seluruh komponen perhitungan harga per meter kubik kami pastikan sesuai dengan ketetapan BPH Migas,” jelas Rachmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here