Gong, Pengembangan Proyek LNG Abadi Dimulai

0
406
INPEX Masela memulai fase Inisiasi Onshore LNG Front-End Enginnering Design (FEED OLNG) untuk pengembangan Proyek LNG Abadi di blok Masela, Laut Arafura, Maluku.

Jakarta, Petrominer – INPEX Masela, LTD. (INPEX),  sebagai operator lapangan Gas Abadi mengumumkan dimulainya fase Inisiasi FEED OLNG (Onshore LNG Front-End Engineering Design) untuk pengembangan Proyek LNG Abadi. Fase ini difokuskan pada pemilihan teknologi lisensor likuefaksi dan teknologi penggerak turbin gas. Kedua teknologi ini merupakan elemen penting untuk mempercepat keseluruhan tahapan desain rekayasa awal (FEED).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan inisiatif ini penting untuk memastikan kesiapan proyek dan kesesuaian dengan jadwal pengembangan, guna mewujudkan realisasi proyek secara tepat waktu. Hasil dari fase ini akan menjadi dasar teknis dan komersial untuk pelaksanaan FEED selanjutnya, sekaligus memastikan integrasi teknologi likuefaksi yang canggih guna mengoptimalkan kinerja dan keandalan.

“Tahap FEED ini penting untuk memastikan kesesuaian desain teknis terhadap kebutuhan komersial dan lingkungan, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengakselerasi keseluruhan jadwal FEED,” ujar Djoko usai melakukan launching OLNG FEED Proyek Abadi Masela, Rabu (9/4).

Mewakili Menteri ESDM, dia menyampaikan harapannya inisiasi tahap FEED OLNG ini dapat menjadi milestone yang sangat berarti dan membawa Proyek Abadi semakin dekat ke tahap proyek berikutnya secara on time, on budget, on schedule, dan on safety.

Apalagi, Proyek LNG Abadi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang sangat dinantikan karena peran vitalnya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Proyek ini juga mencerminkan penerapan teknologi tinggi dan semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Inisiasi ini juga diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dengan segera disepakatinya Perjanjian Jual Beli Gas (PPJG) menuju Final Investment Decision (FID) di tahun depan,” ungkap Djoko.

Dia menegaskan kembali komitmen SKK Migas dalam mendorong percepatan proyek ini menuju target besar onstream di tahun 2030 dengan senantiasa menjunjung tinggi semangat kolaborasi dan profesionalisme dari INPEX dan para mitra KKKS.

Teknologi CCS

Presiden dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, menyampaikan bahwa pelaksanaan Inisiasi FEED OLNG merupakan pencapaian penting yang menunjukkan kemajuan berkelanjutan dari Proyek Abadi. Proyek ini akan memberikan nilai besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional Indonesia.

Menurut Takayuki, Proyek LNG Abadi juga dirancang menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal pengembangannya. Pendekatan ini akan memainkan peran penting dalam mendukung target nasional dekarbonisasi Indonesia.

“Proyek ini tidak hanya akan membuka potensi sumber daya gas yang signifikan ke depannya, tetapi juga mencerminkan komitmen kami terhadap energi bersih melalui teknologi CCS,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur INPEX Masela, Kenji Hasegawa, mengatakan pihaknya berencana untuk memulai tahapan FEED pada pertengahan tahun 2025 ini dan menargetkan pengambilan keputusan investasi akhir (FID) tahun depan sebelum masuk ke fase rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (EPCI). INPEX berkomitmen untuk melakukan segala upaya guna memulai produksi secara tepat waktu, sejalan dengan kebijakan dan harapan Pemerintah Indonesia.

“Ini merupakan proyek yang kompleks dengan tantangan besar, namun INPEX yakin bahwa melalui pengalaman yang kami miliki, Proyek Abadi akan dapat direalisasikan dengan sukses,” ujar Kenji.

Proyek LNG Abadi mencakup pembangunan dua train likuefaksi LNG di darat dengan total kapasitas produksi sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD). INPEX mengelola lapangan Gas Abadi dengan partisipasi (PI) 65 persen, bersama mitra Pertamina Hulu Energi Masela (20 persen) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here