Pemanfaatan EBT dengan penggunaan rooftop solar (PLTS Atap) di rumah.

Jakarta, Petrominer – Besarnya potensi energi surya terus dioptimalkan oleh Pemerintah. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah disiapkan pemasangan ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di sektor rumah tangga.

Menurut Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Harris, gagasan tersebut diberi nama Energi Surya Nusantara. Ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah dalam memanfaatkan energi sinar matahari sekaligus stimulus pemulihan ekonomi (green economy) pasca pandemi Covid-19.

“Program ini nantinya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin atau pelanggan PLN yang mendapatkan subsidi dari pemerintah,” ungkap Harris dalam sebuah acara diskusi secara daring, Kamis (24/9).

Dia menjelaskan, program tersebut sekarang ini sedang dalam tahapan diskusi. Konsepnya adalah mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga yang bersubsidi lewat pengadaan PLTS.

Harris menilai, kehadiran program Energi Surya Nusantara ini akan memberikan banyak keuntungan. Salah satunya beban subsidi listrik, yang diyakini bakal berkurang Rp 800 miliar hingga Rp 1,3 triliun dengan tarif saat ini.

“Selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, program ini juga akan berkontribusi terhadap target Rencana Umum Energi Nasional dan turut serta mendorong penurunan emisi gas rumah kaca 1,05 juta ton per gigawatt peak pada nationally determined contributions (NDC) serta menumbuhkan industri hijau,” paparnya.

Surya Nusantara sendiri pertama kali diinisiasi dan dirokomendasikan oleh Institiute for Essential Service Reform (IESR), sebuah lembaga think thank yang aktif melakukan advokasi dan kampanye untuk menjamin tercapainya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Strategi Lain

Selain mendorong melalui penggunan PLTS Atap secara masif, Kementerian ESDM juga akan menempuh beberapa langkah taktis dalam mendorong penambahan kapasitas PLTS.

“Energi surya kita dorong secara masif dengan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 2.089,4 Mega Watt. Ini waktu tepat untuk mengakselerasi,” kata Harris.

Strategi yang ditempuh antara lain dengan tetap mengembangkan PLTS skala besar, salah satunya bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Ini dilakukan dalam rangka menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

Selain itu, Pemerintah juga tengah mengembangkan PLTS di area lahan bekas tambang sebesar 2.300 MW, dengan rincian Bangka Belitung (1.250 MW), Kutai Barat (1.000 MW), dan Kutai Kartanegara (53 MW).

Sementara untuk PLTS terapung akan dibangun pembangkit dengan kapasitas 857 MW yang tersebar di Jawa Tengah (Waduk Wonogiri, Waduk Mrica di Banjarnegara), Jawa Timur (Waduk Sutami di Karangkates, Waduk Wonorejo di Tulung Agung), Jawa Barat (Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling), dan Sumatera Barat (Waduk Singkarak).

Ada pula pengembangan PLTS Cold Storage dengan mengoptimalkan dana APBN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di wilayah pesisir atau kluster ekonomi maritim. Terakhir, pengembangan PLTS Hybrid di wilayah 3T khusus Indonesia bagian Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here