Dengan menggunakan 65 motor listrik, pawai yang dipimpin langsung oleh Sekjen DEN Djoko Siswanto diikuti pejabat dan pegawai di lingkungan Setjen Dewan Energi Nasional (DEN), Minggu (29/9).

Jakarta, Petrominer – Pemerintah terus mendorong konsumsi energi bersih untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sehari-hari, salah satunya adalah dengan penggunaan kendaraan bermotor listrik. Ini dapat mengurangi polusi udara, konsumsi bahan bakar fosil, dan impor bahan bakar minyak (BBM).

“Tujuan penggunaan kendaraan listrik adalah untuk lingkungan lebih bersih, mengurangi polusi udara, mengurangi bahan bakar fosil, dan mengurangi impor BBM. Karena itu, Pemerintah mengimbau seluruh produsen kendaraan listrik harus sudah mulai memproduksi kendaraan listrik dari sekarang,” Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto, Minggu (29/9).

Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, Djoko menyarankan agar setiap kantor menyediakan stop kontak listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lahan parker atau halaman kantor. Dengan begitu, para pengguna kendaraan listrik mudah menemukan lokasi pengisian ulang baterai.

“Setiap kantor diimbau untuk menyediakan stop kontak listrik di lahan parkir sepeda motor. Untuk sepeda motor, pengisian baterai kendaraan di rumah atau kantor cukup. Sekali charge sekitar 4 jam, dapat digunakan selama 5 hari untuk perjalanan dari rumah menuju kantor, dan sebaliknya,” jelasnya usai usai mengikuti pawai sepeda motor listrik dari Kantor DEN ke kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Terkait kendaraan listrik, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan. Perpres ini telah diundangkan pada 12 Agustus 2019 lalu.

Beleid tersebut menyebutkan percepatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBL berbasis baterai dalam negeri, pemberian insentif, penyediaan infrastruktur pengisian listrik dan pengaturan tarif tenaga listrik untuk KBL berbasis baterai, pemenuhan ketentuan teknis KBL berbasis baterai, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Perpres ini juga bertujuan untuk mendorong adanya peningkatan efisiensi energi, ketahanan energi, dan konservasi energi sektor transportasi dan terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here